Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Karang Hias Pulau Dewata Potensi Gemukkan Devisa Negara

0 9

BALI, KABARPANGAN.ID – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo menyampaikan budidaya karang hias Pulau Dewata harus dioptimalkan, karena berpotensi bisa meningkatkan devisa negara.

“Karang kita banyak potensi, ada ratusan jenis di Indonesia. Tapi sejauh mana karang itu bermanfaat buat rakyat kita,” kata Menteri Edhy saat berdialog dengan nelayan dan pembudidaya karang hias di kawasan Pantai Pandawa, Bali, pekan ini.

Karenanya, Menteri Edhy mempersilakan para nelayan dan pelaku usaha untuk membudidayakan karang guna merasakan manfaat ekonomi kekayaan laut nusantara. Bahkan, dia mendorong agar budidaya karang dilakukan melalui teknik tissue culture lab atau teknologi kultur jaringan.

Kendati memperbolehkan, dia mengingatkan warga untuk tidak melakukan pengambilan karang dengan cara destruktif serta di kawasan konservasi.

“Kalau bisa karang hias ini jangan main potek lagi. Dihasilkan melalui teknologi tissue culture,” tambah dia.

Ads Air Haji

Tingginya potensi budidaya karang diamini oleh Ketua Kelompok Pembudidaya Karang Hias Nusantara (KPKHN) Agus Joko Supriyatno. Bahkan usaha di bidang ini tak terdampak pandemi Covid-19. Sebaliknya, permintaan karang hias cenderung meningkat, terutama dari pasar ekspor.

“Kalau budidaya karang hias ini potensinya luar biasa. Seperti dikondisi Covid-19 permintaan pasar tidak terpengaruh. Bahkan lebih tinggi dan pasarnya ke Amerika,” jelas Agus.

Agus memaparkan, harga per piece karang hias berkisar antara USD10-35. Khusus di Pantai Pandawa, terdapat 30 masyarakat nelayan yang terlibat dalam usaha budidaya karang hias. Per bulan, masing-masing pembudidaya bisa mengantongi penghasilan Rp 3 juta dan saat panen, mereka juga mendapat bonus per piece-nya.

Di tempat yang sama, Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Permana Yudiarso menyebut karang hias hasil budidaya yang diproduksi di Bali mengalami peningkatan dalam tiga bulan terakhir.

“Selama Juli kemarin, sebanyak 33.131 pieces dihasilkan oleh para pembudidaya, lebih banyak dibanding Juni sejumlah 21.375 pieces dan Mei 13.032 pieces,” pungkasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.