Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Kementan Ajak Milenial di Serang Jadi Petani

0 7

SERANG, KABARPANGAN.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong anak muda alias milenial untuk terjun di sektor pertanian. Hal ini sebagaimana yang sering disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa pertanian merupakan sektor yang menjanjikan.

“Bahkan negara besar seperti Amerika, Jepang dan Jerman pun pada akhirnya kembali mengurusi pertaniannya. Karena mereka tahu bahwa pertanian tidak akan mengalami krisis dan tidak ada orang didunia yang tak butuh makan,” kata SYL, belum lama ini.

Tidak hanya itu, Menteri Syahrul juga mengingatkan bahwa pertanian saat ini tak lagi sama dengan pertanian di masa lalu.

“Di era digital seperti sekarang sektor pertanian juga beradaptasi dengan teknologi 4.0 untuk menjawab tantangan ke depan. Di situlah peran serta generasi milenial sangat dibutuhkan. Untuk itu kita harus mampu mencetak generasi muda di bidang pertanian yang maju, mandiri dan modern,” tuturnya.

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menyampaikan bahwa dengan memadukan kemampuan memanfaatkan teknologi 4.0, memanfaatkan inovasi dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan dapat menjadi modal utama petani milenial untuk membangun pertanian di Indonesia.

Ads Air Haji

“Beberapa kegiatan atau program Kementan dilakukan untuk mempercepat regenerasi petani dan membangun petani milenial di seluruh pelosok Tanah air. Di antaranya melalui program Kostratani, PWMP dan program YESS,” ujarnya.

Kapusdiktan BPPSDMP Kementan Idha Widi Arsanti menyebutkan, produktivitas tenaga kerja di sektor pertanian secara umum masih rendah. Adapun rata-rata petani Indonesia berusia tua, didominasi oleh para petani yang usianya di atas 50 tahun.

Untuk itu, perlu ada keseriusan dan kerjasama berbagai pihak untuk menarik minat generasi milenial agar tertarik dan mau menekuni sektor pertanian. Di hadapan kepala dinas pertanian, perwakilan aparatur pemerintah daerah, penyuluh dan petani di Kabupaten Serang, Kapusdiktan mengajak milenial untuk masuk dalam ke sektor pertanian.

“Kita harus membuktikan bahwa pertanian tidak melulu kotor, tidak menjanjikan secara ekonomi sehingga generasi milenial enggan memilih menjadi petani. Banyak program yang diselenggarakan oleh Kementan untuk memajukan sektor pertanian sekaligus mengubah wajah buram pertanian,” tuturnya.

Menurut Idha, mekanisasi dan pemanfaatan teknologi pun dapat mempermudah petani dalam menjalani aktivitasnya. Tak hanya itu di sisi permodalan pun pertanian mencoba memberikan solusi. Pendidikan dan pelatihan dari hilir hingga hulu pun dilakukan bagi generasi milenial.

“Kami memiliki Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) yang akan memberi kesempatan untuk generasi milienial menimba ilmu dan pengetahuan tentang pertanian dan mekanisasi pertanian tak terkecuali putra putri petani,” pungkasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.