Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Kementan Apresiasi Pengolahan Padi Modern Petani di Tuban

0 4

TUBAN, KABARPANGAN.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) mengapresiasi pengolahan padi modern yang dilakukan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tri Mulyo Tani Tuban, Jawa Timur. Hebatnya, Gapoktan Tri Mulyo Tani Tuban memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang merupakan salah satu program unggulan Kementan untuk membuat pengolahan padi modern tersebut.

Tentu saja upaya yang sudah dilakukan ini diapresiasi oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL). Menurut Mentan, salah satu komitmennya kepada petani dan gapoktan adalah salah satunya melalui KUR selain daripada pemberitan bantuan benih, alat mesin pertanian, asuransi pertanian dan pendampingan yang masif.

“Pada tahun 2020, secara nasional pemerintah menargetkan luas tanam padi 11,66 juta hektar, berpotensi menghasilkan 33,6 juta ton beras. Sementara sasaran luas tanam padi pada musim kemarau hingga september 2020 ini sebesar 5,6 juta hektar,” kata Mentan SYL, Sabtu (19/9).

Ads Air Haji

Mentan SYL meminta petani untuk memanfaatkan KUR sebagai modal usaha. “Karena pemanfaatan KUR tidak memberatkan petani dan cara mendapatkannya juga mudah,” ujarnya.

Pengolahan padi modern yang dilakukan oleh Gapoktan Tri Mulyo Tani Tuban terungkap saat Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Dedi Nursyamsi melakukan kunjungan kerja ke Desa Ngadirejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Menurut Nursyamsi, pengolahan padi modern ala Gapokan Tri Mulyo Tani Tuban ini salah satu contoh pengembangan gapoktan di seluruh Tanah Air.

“Gapoktan ini menggunakan KUR untuk membangun pengilingan ini. Bahkan tadi informasi pengelola bisa menghasilkan beras premium. Saat ini yang jadi masalah masih di pemasaran. Dan ini semestinya kita semua harus mendukung. Ini adalah contoh pembangunan gapoktan yang mandiri. Dia berani mengambil modal dari KUR kemudian dia mengelola penggilingan ini secara profesional,” kata Dedi Nursyamsi.

Satu hal yang patut diapresiasi lagi adalah keberanian untuk berinovasi yang dimiliki gapoktan ini. “Pengalaman mungkin belum banyak, tapi keberaniannya luar basa. Itu harus didukung. Di beberapa tempat hal ini didukung oleh pemerintah daerah,” tukasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.