Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Kementan Dorong Pasar Tani Mall to Mall

Cintai Produk Dalam Negeri

0 12

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong produk pertanian lokal melalui Pasar Tani Mall to Mall. Seperti Trans mall Studio, Cibubur, menuai antusias masyarakat, sehingga omzetnya per hari mencapai Rp 11 juta/hari.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto mengatakan, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor pertanian tumbuh 2,19 persen secara tahunan pada kuartal II/2020. Sementara sektor lain mengalami kontraksi.

“Di tengah pandemi Covid-19 kita tidak salah memilih pertanian. Ternyata tidak ada ruginya kita kelola sektor pertanian. Kalau pun rugi mungkin salah kelola,” katanya di sela-sela kunjungannya di Pasar Tani, Trans Mall Studio, Cibubur, Rabu (4/8).

Anton sapaan akrab Prihasto Setyanto menegaskan, pihaknya terus mendorong kegiatan Pasar Tani Mall to Mall, karena manfaatnya cukup besar. Bukan hanya untuk jualan, tapi juga perkenalkan produk dalam negeri kepada konsumen.

“Saya berharap nantinya masyarakat lebih memilih dan mencintai produk dalam negeri,” ujarnya.

Hal ini selaras dengan arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo untuk selalu mengedepankan produk pertanian lokal dengan upaya-upaya meningkatkan kualitas dari produk lokal tesebut, sehingga dapat bersaing dengan produk-produk impor.

Ads Air Haji

“Selama ini Mal identik dengan produk impor. Dengan Adanya Pasar Tani Mall to Mall masyarakat atau konsumen bisa melihat sendiri kualitas produk pertanian lokal yang tidak kalah dengan impor,” tuturnya.

Kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Pasar Tani Jakarta, Wiwik Hartati mengatakan, Pasar Tani Mall to Mall di Trans Mall Studio merupakan yang pertama selama Pandemi Covid-19. Saat ini terdapa 23 pelaku usaha dan delapan pasar tani dari Jabodetabek.

Di antaranya Pasar Tani Pastan Sugema (Sukabumi); Pasar Tani Tina Talam (Depok); Pasar Tani Rumpun Padi (Wonosobo); Pasar Tani Jati Ayu (Cirebon); Wijaya Mandiri (Jakbar); Pasar Tani Indah Fresh (Depok); Pasar Tani Madu Mutiara Ibu (Cibubur); Kopi Kasepuhan (Sukabumi); Pasar Tani Momicut (Depok), Tina Sansivera (Tangsel), Pasar Tugu Kujang (Bogor) dan Nourma Farm (Tangsel).

“Dengan Pasar Tani ini, petani bisa menikmati hasil dan menjual langsung ke konsumen. Harganya pun di bawah pasar, karena petani langsung jual ke konsumen,” katanya.

Sementara Manajer Transmall Studio Ritha Batupare mengatakan, bahwa kegiatan Pasar Tani Mall to Mall dapat meramaikan aktivitas di mal sambil mempromosikan produk lokal ke masyarakat. Bahkan, petani dan konsumen bisa langsung berinteraksi.

“Hasil bumi kita ternyata cukup bagus. Mungkin selama ini konsumen tidak pernah mengetahui dan melihat produk yang memang jarang ada. Jadi saya bersukur dengan kegiatan ini,” pungkasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.