Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Kementan Dorong Pusvetma Gandeng Pakar Kesehatan dan Pemasaran

0 13

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) Nasrullah dalam kunjungan kerjanya ke Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) menyampaikan Pusvetma harus mulai menjalin kerjasama selain dengan pakar kesehatan namun juga di bidang pemasaran. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan promosi dan penjualan ke depan.

Diketahui, bagi Pusvetma kunjungan ini merupakan kali pertama Dirjen PKH sejak di lantik menjadi Dirjen PKH pada (6/8/2020) kemarin.

Nasrullah mengatakan, bahwa industri obat hewan di Indonesia saat ini merupakan bisnis yang terbuka. Untuk itu, ia meminta Pusvetma agar melakukan perubahan dengan melakukan terobosan dan inovasi baru.

“Saat ini sudah banyak produsen vaksin swasta yang merupakan bagian dari produsen vaksin global, agar Pusvetma bisa tetap eksis maka harus segera melakukan perubahan sehingga bisa menghasilkan produk yang lebih bervariatif dan berkualitas sesuai kebutuhan di lapangan serta harga yang kompetitif,” ujarnya.

Dalam kunjungan kerjanya, Dirjen PKH juga meninjau gedung fasilitas produksi yang dimiliki Pusvetma. Beberapa gedung laboratorium yang ditinjau antara lain gedung produksi E yang di dalamnya terdapat laboratorium yang didedikasikan untuk pengembangan vaksin African Swine Fever (ASF), serta laboratorium zoonosis.

Laboratorium di Pusvetma telah mendapatkan akreditasi ISO 17025:2017. Selain itu proses produksi yang dilakukan di Pusvetma juga telah memenuhi persyaratan CPOHB. Untuk memasuki laboratorium di Pusvetma tidak boleh sembarangan karena telah memberlakukan persyaratan dan standar tetap, sehingga siapapun yang akan memasuki lab harus mengikuti ketentuan yang berlaku.

Misalnya, menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) standar yaitu jas lab, masker, sarung tangan, penutup kepala hingga alas kaki khusus laboratorium. Kecuali apabila memasuki laboratorium zoononis maka harus mengenakan APD lengkap tertutup mulai ujung kaki hingga ujung kepala lengkap dengan kacamata google.

Proses produksi di Pusvetma menggunakan skala laboratorium maupun skala produksi yang lebih besar dengan menggunakan mesin-mesin berteknologi.

“Peralatan dan teknologi di Pusvetma tidak kalah canggih dengan swasta. Produk Pusvetma harus bisa menjadi produsen vaksin dan bersaing dengan produsen vaksin milik swasta,” kata Nasrullah.

Ads Air Haji

Nasrullah kemudian melanjutkan peninjauan ke Pusvetma corner. Terdapat layar lebar berteknologi CCTV online terpampang di Pusvetma corner. Lengkap dengan monitor informasi ruang diorama serta alat VR (virtual reality) di mana pengunjung dapat melihat ruang laboratorium 360 derajat hanya dengan melihat dari karena VR.

Di akhir kunjungannya, Dirjen PKH berpesan kepada Kepala Pusvetma dan seluruh pegawai melalui tulisan tangan yang diberikan ke Pusvetma.

“Pusvetma harus menjadi BLU terbaik di Indonesia untuk pembangunan peternakan nasional, Pusvetma pasti bisa,” begitu bunyi pesannya.

Tentunya pesan ini harus menjadi penyemangat tersendiri bagi Kapusvetma dan seluruh jajarannya untuk makin meningkatkan kinerja di Pusvetma.

Kepala Pusvetma Agung Suganda mengaku arahan dari Dirjen PKH akan dijadikan semangat. Ia mengatakan, sebagai Satker dengan predikat Badan Layanan umum (BLU), kinerja serta pelayanan menjadi prioritas Pusvetma.

“Arahan beliau menjadi semangat buat kami dalam peningkatan kinerja di Pusvetma,” ujar Agung Suganda.

Pusvetma menjadi pioner produsen vaksin hewan pertama dan satu-satunya di Indonesia milik pemerintah. Sebagai satker atau UPT di bawah Ditjen PKH Kementan, Pusvetma turut membantu program pemerintah dalam upaya pembangunan peternakan di Indonesia.

Produk-produk yang dihasilkan Pusvetma antara lain, vaksin, antigen, antisera dan bahan biologik lainnya. Pusvetma berkomitmen meningkatkan kualitas menjadi produsen vaksin dengan produk bermutu untuk bangsa.

Terobosan-terobosan yang akan dilakukan Pusvetma nantinya sejalan dengan program Kementan Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks). Karena itu, terobosan yang saat ini dilakukan adalah bagaimana agar vaksin Pusvetma bisa menembus pasar ekspor khususnya negara-negara tetangga. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.