Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Kementan Gelar Rakor: Bahas Antisipasi Serangan Musim Tanam II

0 7

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Dalam menghadapi musim tanam kedua tahun 2020, Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar rapat koordinasi dengan seluruh Balai Perlindungan pusat dan daerah di seluruh Indonesia pada tanggal 20 -23 September 2020 di Jatisari Kawarang, Jawa Barat. Rapat koordinasi ini beragendakan evaluasi kegiatan musim tanam pertama dan penyusunan angka peramalan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Musim Tanam (MT) 2020/2021.

“Dengan adanya peramalan OPT yang akurat diharapkan kejadian serangan OPT di lapangan dapat ditekan sehingga kehilangan hasil akibat serangan OPT dapat diminimalisir dan tentunya upaya pengendalian yang diterapkan tetap memperhatikan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT)” ujar Kepala BBPOPT, Enie Tauruslina dalam keterangannya, Minggu (4/10).

Dia menjelaskan Pada MT 2020/2021, luas serangan OPT utama padi penggerek batang padi (PBP), wereng batang cokelat (WBC), tikus, tungro, blas, dan hawar daun bakteri (HDB)/kresek, diprediksi akan meningkat. Peningkatan luas serangan OPT juga diprediksi akan terjadi pada komoditas jagung yang meliputi lalat bibit, penggerek batang, bulai, tikus, penggerek tongkol, ulat grayak.

Pada komoditas kedelai, serangan OPT utama antara lain penggerek polong, lalat kacang, ulat grayak, tikus, perusak daun, ulat jengkal), diprediksi juga akan meningkat. Oleh karena itu menjelang MT. 2020/2021, semua pihak yang terkait baik di pemerintah pusat hingga daerah maupun petani diharapkan waspada terhadap serangan OPT tersebut lengkapnya.

Ads Air Haji

“Kita tidak perlu panik, angka ini masih sebatas peringatan dini agar setiap daerah untuk bersiaga, dan saya minta seluruh petugas POPT melakukan pengamatan rutin untuk memperoleh data yang akurat dan segera melaporkan jika ada serangan, karena itu kunci keberhasilan pengendalian hama (opt),” katanya.

Senada, Kabid Pelayanan Teknis, Informasi dan Dokumentasi BBPOPT Enie Suwarman mengatakan, bahwa data hasil pengamatan lapang oleh Petugas OPT daerah menjadi kunci utama dalam menghasilkan angka ramalan yang akurat, karena data tersebut sebagai dasar pengembangan model peramalan OPT dan evaluasinya setiap musim tanam.

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengapresiasi hasil perumusan hasil peramalan MT 2020/2021. Karena dengan adanya panduan seperti ini pemerintah daerah bersama petani dapat mengantisipasi serangan hama.

“Kita bisa memilih varietas apa yang tahan, memperbanyak agensia hayati, menyiapakan pupuk organik dan langkah-langkah pengendalian yang ramah lingkungan,” pungkasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.