Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Kementan Genjot Produksi Pertanian Provinsi Lampung

0 16

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) dan DPR RI melakukan kunjungan kerja panen raya jagung seluas 250 di Kelompok Tani Maju, Desa Marga Catur, Kecamatan, Kabupaten Lampung Selatan, pada Senin (20/7).

Kunjungan kerja ini sekaligus mendukung program pemerintah dalam menggenjot peningkatan produksi pangan agar dampak pandemi Covid-19 tidak menurunkan ketersediaan pangan.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi mengatakan, sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, dalam meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani, Kementan terus berkomitmen menyalurkan bantuan untuk budidaya dan penanganan pasca panen. Bantuan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Lampung hingga saat ini berjalan optimal, yakni Rp 1,2 triliun atau peringkat empat terbesar di Indonesia.

“Kabupaten Lampung Selatan merupakan kabupaten penyuplai bahan pokok terutama beras dan jagung untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi wilayah Lampung bahkan di luar daerah. Jadi kami terus mendorong berbagai bantuan atau kemudahan untuk petani,” ujarnya dalam keterangan persnya, Rabu (22/7).

Dalam kesempatan itu, Komisi IV DPR RI Sudin menyampaikan, bahwa pemerintah saat ini terus menggalakkan program peningkatan produksi tanaman pangan. Oleh karena itu, kunjungan kerja ini selain melakukan panen raya tapi yang lebih penting adalah untuk menampung semua permasalahan pertanian di lapangan sehingga pihaknya dapat bersinergi dengan Kementan guna mencari solusinya.

“Saya dan juga Kementan serta pemerintah daerah tidak mau rakyat petaninya hidup di bawah kesehjahteraan. Jika hasil panen bagus, petani pasti memperoleh kecukupan dalam memenuhi kebutuhan. Tapi kalau hasilnya tidak bagus, ini bagaimana? Makanya kami Komisi IV DPR RI mengambil terobosan walaupun tidak populer, kami menyetop semua bibit yang tidak unggul. Karena kami semua anggota dewan menerima pengaduan dari petani mengenai bibit yang kurang baik,” paparnya.

Ads Air Haji

Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa Komisi IV DPR RI tidak hanya mendorong pemerintah untuk menyalurkan bantuan bibit yang bagus, namun juga bantuan mesin pengering jagung sehingga petani menjual jagung dengan harga yang sangat menguntungkan. Pasalnya selama ini ketika panen raya petani menjual jagung dengan harga sedikit turun sehingga dalam menjamin peningkatan kesejahteraan petani, bantuan alat mesin pengering harus benar-benar diupayakan.

“Petani tidak lagi menjual jagung dalam bentuk basah, kami bantu alat pengering dari pemerintah. Di sini ada Pak Dirjen Tanaman Pangan siap membantu dan untuk angkut hasil dari lokasi ke penjual kalau pakai motor roda tiga jauh lebih gampang. Ini akan menjadi perhatian kita juga,” tuturnya.

“Jadi Pak Dirjen, nanti dalam rapat tolong diundang pemain besar jagung, saya ingin meminta masukan kepada mereka. Kalau beli terlalu rendah berarti harus dihitung ulang lagi sebab harus dihitung berapa biaya yang dikeluarkan petani. Petani dan pedagang harus sama-sama untung,” pinta dia.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto mengapresiasi Komisi IV DPR RI bersama Kementan yang menaruh perhatian khusus pada peningkatan produksi jagung di Lampung Selatan. Ia menilai kunjungan kerja Komisi IV DPR RI bersama Kementan ini dapat menaikkan semangat petani Lampung Selatan untuk terus menopang kebutuhan jagung secara nasional.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Ketua komisi IV DPR RI atas kunjungannya di Lampung Selatan, khususnya saat bersilaturahmi dengan petani jagung. Tentu saja kedatangan Pak Sudin dan rombongan memberikan semangat pada petani kami. Kami juga mengucapkan terima kasih atas berbagai macam bantuan yang diberikan pada kelompok tani,” ucapnya.

Perlu diketahui, secara keseluruhan pada tahun 2019, seluas panen jagung Provinsi Lampung 317.833 hektar (ha) dengan produksi 2,2 juta ton pipilan kering dengan provitas mencapai 6,84 ton/ha. Lampung juga memiliki luas baku sawah 361.699 ha dan tahun 2019 panen padi mencapai 464.103 ha dengan produksi padi sebanyak 2,2 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara 1,24 juta ton beras.

Dari seluruh areal pertanian di Provinsi Lampung, Kabupaten Lampung Selatan memberikan kontribusi luas tanam jagung untuk periode April–Juni 2020 seluas 50.620 ha. Sementara untuk luas tanam padi pada periode yang sama yakni seluas 16.087 ha. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.