Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Kementan Kawal Pengembangan SDM di Food Estate Humbahas

0 41

HUMBAHAS, KABARPANGAN.ID – Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) melakukan pendampingan dan pengawalan SDM pertanian di kawasan lumbung pangan atau Food Estate, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Pendampingan dan pengawal SDM Pertanian, di antaranya coaching baseline survey bagi 35 mahasiswa dan 15 sarjana pertanian, untuk mengetahui potensi wilayah dan memahami situasi lapangan di kawasan Food Estate Humbahas (FEH).

Kepala Pusluhtan Leli Nuryati sesuai arahan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengerahkan sejumlah penyuluh pusat di Kementan, di antaranya Susi Deliana dan Edizal mendampingi 35 mahasiswa dan 15 sarjana di Desa Ria Ria, Kecamatan Pollung, Humbahas.

“Ini kesempatan mempraktikkan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh di kampus, belajar mengatasi dan memecahkan masalah petani di lapangan dalam kegiatan usaha taninya,” kata Susi Deliana dalam keterangannya, Jumat (2/10).

SDM pertanian milenial yang dilibatkan BPPSDMP Kementan terdiri atas 30 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan, lima mahasiswa Universitas Tapanuli Utara, 10 sarjana terapan Polbangtan Medan dan lima sarjana Universitas Sumatera Utara (USU) yang melakukan orientasi coaching baseline survey di Food Estate Humbahas.

Ads Air Haji

Program Food Estate di Humbahas seperti halnya di Provinsi Kalimantan Tengah dan Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengantisipasi terganggunya produksi pertanian, penurunan daya beli masyarakat terhadap produk pertanian dan terganggunya distribusi pangan.

“Bukan cuma itu, kekhawatiran petani terpapar Covid-19, potensi terjadinya krisis pangan, alih fungsi lahan pertanian produktif dan terganggunya stok pangan nasional, juga mendasari pengembangan food estate di seluruh Indonesia,” kata Mentan Syahrul saat kunjungan kerja di Humbahas, pada Jumat (11/9).

Menurut Mentan, Food Estate Humbahas memanfaatkan lahan 1.000 hektar sebagai pilot project nasional untuk hortikultura seperti kentang, bawang merah dan bawang putih, dari total lahan 30.000 hektar.

Kapusluh Leli Nuryati menambahkan, bahwa Pusluhtan akan mengerahkan penyuluh pusat dan timnya di Pusluhtan untuk koordinasi dan sinkronisasi dengan penyuluh Sumut maupun Humbahas.

“Penyuluh berperan penting pada korporasi petani di food estate. Pertama, untuk input sumberdaya meliputi budaya dan etos kerja, pengetahuan, komoditas dan prasarana-sarana,” kata Leli Nuryati. (mh/kp)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.