Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Kementan Kembangkan Pertanian Terpadu Lewat Program P4S

0 81

Jakarta, Kabarpangan.id – Untuk mendukung kecukupan pangan dan meningkatkan nilai tambah usaha tani, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengoptimalkan peran Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S).

Salah satunya P4S Swen Inovasi Mandiri Bogor yang dikembangkan programnya dengan pelatihan dan permagangan pertanian terpadu (Integrated Farming System).

P4S sendiri merupakan lembaga pelatihan pertanian dan pedesaan yang didirikan, dimiliki, dikelola oleh petani secara swadaya baik perorangan maupun berkelompok.

P4S diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan pertanian melalui pengembangan sumber daya manusia pertanian, yaitu dalam bentuk pelatihan/permagangan bagi petani dan masyarakat di wilayahnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, saat ini pertanian menghadapi tantangan yaitu untuk mencukupi pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Karena itu harus dipastikan ketersediaan pangan di seluruh tanah air. Ketahanan pangan bisa ditempuh melalui pendampingan petani untuk meningkatkan produksi, turun ke lapangan untuk sama-sama tanam, olah tanah, panen, mengolah hasil panen, mendistribusikan hasil panen, sehingga petani mendapat penghasilan yang layak,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menyampaikan bahwa P4S sebagai pusat pembelajaran dari petani untuk petani, memegang peranan penting dalam pembangunan pertanian.

“Khususnya dalam memenuhi kecukupan kebutuhan pangan rakyat Indonesia. Pengembangan Pertanian modern dengan memanfaatkan teknologi informasi harus senantiasa dilakukan, sehingga dapat meningkatkan perekonomian petani, walaupun kita masih didera wabah Covid-19,” ujarnya.

Ads Air Haji

Desi juga mengharapkan sistem ini dapat direplikasi ke seluruh wilayah Indonesia.

“P4S sebagai pusat pembelajaran bagi petani harus mampu terus menerus berkreativitas untuk peningkatan kuantitas dan kualitas produk pertanian dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi.

Sehingga muncul banyak pemuda tani atau petani milenial yang kreatif dan inovatif lainnya dalam mengembangkan usaha di sektor pertanian,” katanya.

P4S Swen Inovasi Mandiri mengembangkan usaha dengan konsep Small Scale Integrated Farming System dengan Zerowaste. Yaitu, pertanian terpadu tanpa meninggalkan sisa atau sampah.

Oleh P4S Swen Inovasi Mandiri, semua dapat termanfaatkan dan mempunyai nilai tambah ekonomi bagi petani. Dengan kepemilikan lahan yang tidak terlalu luas menjadi satu rangkain value chain untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Sri Wahyuni, Ketua P4S Swen Inovasi Mandiri beralamat di Ciomas – Bogor, mengatakan jika networking merupakan kunci utama keberhasilan mengembangkan Jenis Pelatihan/Permagangan.

“Yang ditawarkan P4S Swen seperti Pelatihan Pertanian Terpadu untuk Menunjang Kemandirian Pangan dan Energi di Perdesaan, Pemanfaatan Limbah Menjadi Pupuk Organik, Rumah Pangan Lestari, dan Pengolahan Bulu Domba,” katanya.

Pengembangan Usaha yang dilakukan P4S meliputi Jenis Usaha Off Farm Hulu (Pembuatan kompos, Pembuatan pestisida alami), Jenis usaha budidaya on Farm (Budidaya tanaman hidroponik, Budidaya tanaman organik), serta Jenis Usaha Off Farm Hilir (Pembuatan tepung kerabang telur, Jasa pemasaran hasil, Pembuatan makanan olahan lele dan jamur). (mh)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.