Portal Berita Online

Kementan Luncurkan IA MART di Binuang

0 75

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Optimalisasi pemberdayaan ekonomi petani di masa pandemi Covid-19 dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui salah satu UPT Pelatihannya yang berada di Binuang, Kalimantan Selatan (Kalsel). Balai Besar Pertanian Binuang (BBPP) Binuang menginisiasi Pasar Tani IA Mart Binuang, di Provinsi Kalimantan Selatan, yang diresmikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, Sabtu (3/10).

Kepala BBPP Binuang Yulia Asni Kurniawati mengungkapkan, gagasan Pasar Tani ini sebagai salah satu upaya untuk mendorong nilai tambah para petani.

“Pasar Tani ini menjadi jawaban untuk menyikapi Covid-19. Bagaimanapun, ekonomi petani harus berjalan terus. Kami sebenarnya sudah mengembangkan IA Mart Pertokoan dan Cafe. Tapi, keduanya belum signifikan menampung produk pertanian. Hingga, kami uji coba Pasar Tani pada pekan sebelumnya,” katanya.

Dijelaskan Yulia, Pasar Tani IA Mart Binuang dirintis sejak Hari Tani Nasional, Kamis (24/9). Kata ‘IA’ merujuk Inkubator Agribisnis. Fokusnya mewadahi pelatihan sekaligus display untuk beragam produk pertanian Binuang. Selain sayuran hijau, Binuang juga menjadi sentra Jagung dan Bawang Merah. Menawarkan harga ramah, Pasar Tani IA Mart Binuang aktif setiap hari Sabtu pagi.

“Respon luar biasa ditunjukkan masyarakat pada awal digulirkannya Pasar Tani ini. Hasilnya secara ekonomi juga besar. Ideal untuk menambah pendapatan bagi petani dan praktisi pertanian di sini. Kedepannya, Pasar Tani ini juga didorong sebagai destinasi wisata,” terang Yulia lagi.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menerangkan, dibangunnya pasar tani membuat petani memiliki pasar baru untuk menjual produknya.

“Pasar Tani dihadirkan untuk mempercepat penyerapan berbagai komoditas pangan dari kelompok tani, sehingga masyarakat memperoleh harga yang terjangkau dengan kualitas pangan yang memadai,” ujar Mentan SYL.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi menyampaikan, selain pasar konvensional, ke depan petani juga bisa memanfaatkan marketplace untuk mengoptimalkan pendapatan. Apalagi, Kementan saat ini tengah menggandeng Bukalapak untuk mendukung penjualan produk pertanian secara online.

“Petani di Binuang harus mengoptimalkan potensi marketplace. Silahkan saja bergabung di sana, pasti kami support. Marketplace ini efektif dan efisien untuk memasarkan produk. Pendapatan petani akan semakin besar,” papar Dedi.

Dedi juga menjelaskan saat ini dalam 10 tahun terakhir, industri e-commerce di Indonesia tumbuh kompetitif 17 persen. E-commerce ini juga menarik minat terutama sepanjang pandemi Covid-19. Mengacu data Sea Insight di Juni 2020, sebanyak 45 persen pelaku usaha mengubah strategi dan lebih aktif berjualan di e-commerce.

“Bisnis menjadi upaya untuk mendorong pertanian dan petani secara konkrit. Sekarang petani harus mengelola pertanian dari hulu hingga hilir. Sekarang ruang lingkupnya yang diperbesar. Kolaborasi dengan pemda harus dilakukan. Mareka harus masuk ke marketplace karena sangat potensial. Kerjasama Kementan dengan Bukalapak harus dioptimalkan,” pungkasnya. (mh/kp)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.