Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Kementan Serahkan Sarpras IT ke BPP Kostratani Karawang

0 6

KARAWANG, KABARPANGAN.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menyerahkan sarana dan prasarana (sarpras) teknologi informasi (IT) standar era 4.0 kepada Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) Kabupaten Karawang. Bantuan sarpras ini menandai beroperasinya BPP Kostratani di Kecamatan Ciampel dan Karawang Barat di Kabupaten Karawang.

Penyerahan Sarpras IT oleh Kepala Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi yang diawakili Bupati Karawang Cellice Nurrachadiana, pada Rabu (19/8). Cellica mengatakan, sinergi dengan Kementan akan dapat mempertahankan posisi Karawang sebagai lumbung pangan.

“Saya sudah mendapatkan direct langsung dari Mentan Syahrul terkait kebutuhan dan pemetaan lokasi sasaran pembangunan pertanian,” ujarnya.

Menurut Cellica, komitmen Karawang tampak pada dua peraturan daerah (perda) terkait tata ruang wilayah dan ketahanan pangan berkelanjutan. Kedua Perda telah disahkan oleh DPRP Kabupaten Karawang, butir pentingnya bahwa pada 2030, alih fungsi lahan di Karawang maksimal 10.000 hektar.

“Artinya, Karawang mempertahankan 87.253 hektar lahan teknis, termasuk di Karawang Barat seluas 200 meter persegi dari bahu jalan boleh dibikin bangunan dan 200 meter persegi ke belakang hanya boleh untuk lahan pertanian,” ungkapnya.

Ads Air Haji

Dia mengapresiasi dukungan Kementan pada Kostratani, khususnya pada tiap kecamatan akan digelar demo tanam (Demplot) yang akan didampingi dan dikawal oleh Kementan agar sinergi dengan program pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi menyampaikan rasa bangga atas dukungan Bupati Karawang terhadap program Kotratani Kementan di mana untuk mendorong ketahanan pangan.

“Kami sangat bangga dan tersanjung karena Bupati Cellica mendukung program Kostratani untuk membangun SDM Pertanian di Karawang. Kami yakin dukungan Bupati dan seluruh SKPD akan memudahkan Gerakan Kostratani meningkatkan kapasitas SDM pertanian Karawang,” katanya.

Dedi Nursyamsi berharap penyuluh pertanian Karawang juga mendapat pelatihan urusan fungsional dan teknis tematik tentang budidaya, penggunaan dan pemeliharaan alat mesin pertanian (alsintan) termasuk bisnis usaha tani, untuk mendukung petani milenial.

“Kostratani fokus pada berbagai hal menyangkut aktivitas produksi pertanian. Starting point ada pada SDM-nya. SDM ini 50 persen menjadi pengungkit utama produktivitas. Kalau aspek ini terpenuhi, petani justru akan ditawari modal oleh perbankan melalui KUR (Kredit Usaha Rakyat),” tukasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.