Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Kementan Terus Genjot Produksi Kedelai, Jagung dan Kelapa

0 8

MINUT, KABARPANGAN.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus menggenjot pengembangan produksi kedelai, jagung dan kelapa serta komoditas perkebunan lainnya, yakni pala dan cengkih di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Peningkatan produksi dilakukan untuk meningkatkan produksi nasional dan volume ekspor pertanian di tengah pandemi Covid-19.

Mentan SYL mengatakan, selain mengamankan kebutuhan pangan dalam negeri dan meningkatkan ekspor, sekaligus juga untuk mewujudkan swasembada kedelai, jagung dan komoditas perkebunan di Provinsi Sulut.

Upaya tersebut adalah, kata Mentan SYL, di antaranya dengan memberikan bantuan sarana produksi, alat pra panen dan pasca panen, serta mendorong para petani untuk menggunakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pengembangan pertanian berbasis korporasi dan klaster.

“Upaya lain yang tak kalah penting adalah pengembangan varietas benih unggul provitas tinggi. Produktivitas kita tingkatkan sehingga produksi surplus, impor berkurang dan kita terus tingkatkan ekspor. Jangan bergantung pada impor. Mari kita siapkan pangan dari Sulawesi Utara,” ujar Mentan SYL dalam kegiatan tanam sekaligus panen integrasi kedelai-kelapa dan panen jagung di Desa Tontalete, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Minggu (30/8).

Hadir Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Santos Matondang, Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Edwin Silangen, Bupati Minahasa Utara Vonnie Anneke dan jajaran Eselon I Kementan.

SYL menjelaskan, selain upaya peningkatan produksi, Kementan juga melakukan pengembangan aspek hilirisasi sebagai solusi nyata menjamin harga yang menguntungkan bagi petani karena kedelai bisa dijadikan berbagai macam pangan olahan bernilai tinggi.

“Oleh karenanya, perlu dibangun kemitraan petani dengan industri supaya dapat memberi kepastian pasar dan pemanfaatan KUR, sehingga petani tidak hanya mengandalkan bantuan pemerintah,” tuturnya.

Ads Air Haji

Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Edwin Silangen mengapresiasi program pembangunan pertanian saat ini. Pasalnya, pertanian menjadi sektor andalan untuk menjaga ketahanan ekonomi di tengah pandemi covid-19. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, per Juli 2020 pertanian tumbuh 24,1 persen (month-to-month) secara nasional.

“Khusus di Sulut sendiri, pada triwulan II/2020, lapangan usaha pertanian masih tumbuh 2 persen. Pertanian mampu menahan laju penurunan ekonomi secara umum,” ucapnya.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menambahkan, di tahun 2020 ini Kementan mengalokasikan upaya pengembangan kedelai nasional seluas 120.000 hektar (ha) di antaranya untuk Provinsi Sulut 6.153 ha dan tahun 2021 akan berlipat menjadi model korporasi seluas 30.000 hektar yang juga didukung oleh investor. Untuk Provinsi Sulut juga akan dikembangkan 50 ha kàcang tanah dan kacang hijau 500 ha dan ubi kayu seluas 350 ha.

“Arahan pak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo produksi harus naik. Guna meningkatkan provitas kedelai selama ini 1,4 ton per hektar menjadi 2 ton sampai 3 ton per hektar, maka paket bantuan dilengkapi dengan rizobium, pupuk hayati cair dan herbisida sesuai anjuran teknologi, termasuk benih bio-soy,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perkebunan Kasdi Subagyono menjelaskan, berbagai bantuan komoditas perkebunan yang disalurkan Kementan untuk mendukung program pengembangan kawasan komoditas perkebunan berupa tanaman pala, kelapa dan cengkih.

“Selain bibit, Kementan pun menyediakan bantuan berupa alat pasca panen dan Pengendalian Hama Terpadu. Pengembangan kawasan korporasi harus kita wujudkan,” tukasnya.

Adapun total bantuan pengembangan pertanian 2020 di Provinsi Sulut sebesar Rp 136,86 miliar. Dari jumlah tersebut dialokasikan untuk pengembangan jagung sebesar 98.132 ha, kedelai 6.153 ha, benih unggul kelapa genjah 25.000 batang, kelapa dalam 477.600 batang, pala 431.250 batang, cengkih 85.800 batang dan pembangunan kebun induk tanaman pala sebesar 2 ha di Minahasa Utara. (mh/kp)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.