Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Kementan Wujudkan SDM Pertanian Berdaya Saing

0 24

Jakarta, Kabarpangan.id – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa pertanian adalah sektor yang sangat penting, terutama dalam menopang kemajuan ekonomi nasional. Untuk itu pertanian harus menjadi subsektor ekonomi yang maju, mandiri dan modern yang didukung kapasitas SDM pertanian yang profesional, mandiri dan berdaya saing.

“Modern itu berarti di dalamnya kita bicara SDM. Bagaimana mau cepat kalau masih pakai kendaraan kemarin. Bagaimana mau maju kalau ilmunya, teknologinya, mekanisasinya masih seperti yang kemarin.” ujar Mentan Syahrul Yasin Limpo, Rabu (26/1/2021).

Peningkatan kualitas serta kuantitas SDM pertania terus dilakukan oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Kabar gembira bagi generasi muda diseluruh Indonesia, karena di awal tahun ini Kementan akan kembali membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Politeknik Lingkup Kementerian Pertanian Tahun Akademik (TA) 2021/2022.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan PMB Politeknik Lingkup Kementan yakni Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) serta Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) dilakukan untuk mencetak SDM pertanian unggulan yang mampu menjadi qualified job creators dan qualified job seekers dalam bidang pertanian.

Ads Air Haji

“Beberapa perubahan akan dilakukan pada proses seleksi calon mahasiswa baru Polbangtan/PEPI TA 2021/2022 untuk meningkatkan kualitas pendidikan pertanian di lingkup Kementan dan menyesuaikan dengan adaptasi kebiasaan baru”, ujar Dedi.

Sementara Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arsanti secara teknis mengatakan bahwa sistem seleksi PMB harus mudah, efisien dan dapat merangkul seluruh Polbangtan dan PEPI. Selain itu perlu menyikapi masih adanya Pandemi Covid 19 maka alur seleksi PMB perlu disesuaikan, namun tetap menekankan tujuan akhirnya adalah menciptakan alumni yang compatible, sesuai harapan Kepala Badan bahwa alumni Polbangtan harus siap menjadi job creator dan qualified job seeker.

Keberadaan perangkat/sistem aplikasi yang terintegerasi antara Kementan dengan Polbangtan dan PEPI akan memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan PMB, selain itu diharapkan sistem tersebut dapat dimanfaatkan berkelanjutkan untuk mendukung program kerja lain yang ada di Kementan khususnya dalam penyelenggaraan pendidikan.

“Perubahan itu tidak ada yang mudah, reformasi dan meninggalkan zona nyaman juga pasti sulit, namun tetap harus dilakukan. Kita harus berani melakukan evaluasi pelaksanaan PMB TA 2020/2021 dan kita harus berkomitmen untuk melakukan perbaikan kriteria dan kuota setiap jalur pendaftaran. Tak hanya itu pengefektifan proses seleksi mahasiswa baru, peningkatan mutu soal seleksi dengan lebih menerapkan pertanian dalam konsep wirausaha, dan diakhiri dengan koordinasi perangkat/sistem aplikasi PMB yang terintegerasi antara Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) dengan Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) pun harus kita lakukan” papar wanita yang akrab disapa Santi. (mh)

Leave A Reply

Your email address will not be published.