Portal Berita Online

Kenaikan Cukai Rokok Jangan Terlalu Tinggi

0 11

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Meski sudah diberlakukan sejak awal tahun 2020, kebijakan kenaikan cukai rokok masih menuai protes dari petani tembakau. Mereka keberatan karena kenaikannya  terlalu tinggi.

Melalui perwakilan petani tembakau, Bupati Temanggung M Khadziq meminta kepada pemerintah kenaikan cukai rokok agar diturunkan. Sebab kasihan dengan kondisi ekonomi petani lokal akan semakin terpuruk.

“Mereka (petani tembakau) saudara-saudara kita. Janganlah terlalu tinggi kenaikan cukai. Mereka harus kita tempatkan untuk tempat yang layak,” ujarnya dalam diskusi daring di Jakarta, Minggu (23/8).

Jika memang tetap dinaikkan, kata dia, sebagai daerah penghasil tembakau terbesar harus mendapatkan dana bagi hasil cukai tembakau sekitar Rp 30-31 miliar. Pasalnya, kabupaten lain menerima porsi lebih besar.

Kala itu, lanjut dia, dia juga menyarankan kenaikan cukai rokok diberlakukan kepada rokok-rook yang menggunakan bahan baku impor. Sedangkan rokok-rokok yang jelas menghidupi masyarakat dan petani tidak perlu dinaikkan.

“Ini untuk memberikan ruang bagi para petani kita saudara-saudara kita yang sudah jelas berkontribusi pada pembangunan bangsa dan negara ini,” ucapnya.

Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Nirwala Dwi Heryanto mengatakan, ada empat pilar yang mendasari kenaikan cukai rokok.

“Empat pilar tersebut adalah pengendalian konsumsi, optimalisasi penerimaan negara, keberlangsungan tenaga kerja, dan peredaran rokok ilegal,” ujarnya.

Menurut dia, memang sulit untuk menjaga keseimbangan semua kepentingan antara kesehatan dan industri. Akan tetapi, pihaknya berupaya untuk mengharmonisasi kepentingan tersebut.

“Sulit untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan kesehatan dan kepentingan perindustrian. Tapi, kita berusaha mengharmonisasikan kepentingan tadi. Kesehatan, konsumsi rokok harus turun, tapi di sisi lain industri juga harus dijaga untuk hidup. Jadi Kemenkeu menjaga resultan tadi, tarik menarik tadi,” ujarnya.

Diketahui, kenaikan tarif cukai rokok sebesar 25 persen berlaku efektif pada 1 Januari 2020 lalu. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 152 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.