Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Keuntungan Berlipat, Petani Klaten Tanam Kacang Hijau

0 8

KLATEN, KABARPANGAN.ID – Petani di Kecamatan Cawas, Kabupaten Kletan, Jawa Tengah, memilih untuk menanam kacang hijau. Hal ini dilakukan peluang pasar yang cukup besar sehingga meraup keuntungan yang berlipat-lipat.

Varietas kacang hijau yang ditanam oleh petani di Kecamatan Cawas yakni varietas unggul Vima 1 hingga 5. Kelebihan kacang hijau varietas Vima tersebut yakni berumur pendek di bawah 56 hari dan bisa panen serempak, sehingga petani bisa menghemat biaya panen.

Dengan mengoptimalkan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), penyuluh dan petani bersinergi di musim tanam MK III di hampir semua desa di Kecamatan Cawas, pada lahan seluas 1700 ha. Pada penanaman MK III ini, petani menerapkan teknologi dengan menggunakan varietas unggul Vima 4 dan Vima 5 di luar kebiasaan pelaku utama yang dahulunya sangat dominan dengan kedelai.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Ngadiyana mengungkapkan, petani memilih menanam kacang hijau karena tumbuhnya bagus dan tahan kering dibanding kedelai. Do samping itu harga saat panen juga sebagai alasan memilih kacang hijau. Hal ini dibenarkan penyuluh pertanian sekaligus petugas teknis di Kecamatan Cawas, Tut Wuri Handayani.

Ads Air Haji

“Saat ini sebagian besar petani di wilayah kecamatan Cawas beralih tanam kacang hijau, yang biasanya tanam kedelai. Data sampai dengan akhir bulan Agustus sudah tercatat dan dilaporan Kostratani seluas 1718 hektar. Angka yang tidak sedikit untuk luasan komoditas kacang hijau, hampir 85 persen dari seluruh lahan sawah di Kecamatan Cawas yaitu 2136 Ha,” ujarnya, Minggu (14/9).

Lanjut dia mengatakan, peningkatan luas tambah tanam kacang hijau menunjukkan adanya ketertarikan petani sekaligus menyiasati kondisi bahwa dengan terbatasnya sumber air petani tetap bisa berproduktif. Berdasarkan kondisi tersebut penyuluh melalui program Kostratani siap mendukung dan mengawal yang selanjutnya dapat dilakukan evaluasi bersama antara petani dan penyuluh untuk perbaikan usaha tani yang akan datang,”imbuh Tut Wuri.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedy Nursyamsi menyampaikan, pertanian tidak todak berhenti di tengah pandemic Covid-19.

“Seluruh petani dan pelaku utama pertanian agar selalu melakukan inovasi teknologi pertanian dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian melalui penggunaan benih unggul bermutu, pemupukan berimbang spesifik lokasi, pengendalian OPT dan penanganan panen dan pasca panen yang baik dan tepat,” tukasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.