Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Kisah Mantan Pekerja Serabutan Sukses Bertani di Kota Besar

0 33

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Banyak bermunculan kisah menarik dan inspiratif menjadi seorang petani. Salah satunya, Bagas Suratman, yang mampu mematahkan anggapan bahwa menjadi petani di kota besar ‘salah alamat’, tidak berdasar.

Bagas dijuluki ‘Petani Kota’. Karena, dia salah satu petani di tengah kota yang sukses menggarap lahan pertanian di kawasan Tangerang, Banten.

Sebelum sukses sebagai petani, Bagas sudah mencoba berbagai jenis pekerjaan. Banyak suka dan duka yang dijalani dalam pekerjaannya. Namun, lebih banyak dukanya.

“Banyak pekerjaan yang saya udah jalani, mulai dari buruh pabrik cat, kenek Metromini, pedagang buah, salesman panci, bahkan sampai jadi kuli bangunan. Tapi, semua endingnya kurang bagus,” ungkapnya mengenang masa sulit, di Tangerang, belum lama ini.

Ternyata, dia juga salah jalan. Bagas yang ingin sekali menjadi kaya raya namun menempuh jalan pintas. Ya, dia kencanduan judi dan minuman keras. Namun, semua usaha haram itu tidak diridhoi Tuhan. Hanya sia-sia dan kehidupan suram yang didapat.

Ads Air Haji

Hingga akhirnya, dia tersadar dari perkataan temannya. Bahwa untuk menjadi kaya dengan berjudi harus dengan cara licik. Sementara, dia tidak mau seperti itu. Nah, akhirnya mulai meninggalkan arena judi dan minuman keras dengan mulai bertani di lahan seluas 3.000 meter untuk menanam kangkung.

Hingga saat ini, ia telah sukses bertani di lahan seluas 12 hektar di Tangerang. Selain kangkung, saat ini ia juga menanam bayam, ketela, cabai dan melon.

“Di Angkasa Pura, saya lihat banyak lahan-lahan orang pada bertani. Saya iseng tuh nanya cara budidaya dan pasarnya ke mana. Nah, kebetulan keluarga saya pedagang sayuran kangkung, bayam. Nyambung nih, terus belajar dah dari situ,” tuturnya.

Kesuskesan yang diraihnya saat ini, bukan hanya modal kerja keras saja dalam mengola lahan. Kata Bagas, juga dibutuhkan kejujuran. Sebab dengan kejujuran akan berbuah kemujuran.

“Berangkat dari orang susah, tapi ibu saya tanamkan kejujuran. Sebab kalau jujur itu bakalan mujur, tapi kalau enggak jujur ya akan hancur. Jadi, semuanya berkah, hasil yang kita dapat pun jadi berkah,” ucapnya.

Ke depan, selain di Kota Tangerang, ia berencana akan mengembangkan usaha taninya di kota-kota besar lainnya. Semoga semakin sukses Bagas Suratman! (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.