Portal Berita Online
Ads Beras Haji

KKP Antisipasi Penyebaran Penyakit AHPND Budidaya Udang

0 10

YOGYAKARTA, KABARPANGAN.ID – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus melakukan pengawasan dan sosialisasi terkait menyebarnya penyakit Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND) pada budidaya udang di seluruh wilayah Indonesia. Upaya ini melibatkan dan meningkatkan kesadaran stakeholder dan masyarakat pembudidaya.

AHPND adalah jenis penyakit lintas batas (transboundary disease) yang saat ini tengah menjadi ancaman serius pada industri budidaya udang di berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, Cina, Vietnam, Meksiko dan India. Jenis penyakit ini disebabkan oleh bakteri Vibrio parahaemolyticus yang menghasilkan toksin mematikan dan terutama menyerang udang vaname yang berumur kurang dari 40 hari di tambak.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto mengatakan, karena sebagai penyakit lintas batas, maka upaya pencegahan AHPND harus dilakukan secara ketat dan komprehensif, sehingga tidak ada celah yang memberi potensi terjadinya penyebaran AHPND di Indonesia.

Ads Air Haji

“Beberapa negara telah men-declare adanya infeksi pada industri budidaya udang, ini yang mesti kita waspadai, utamanya dengan mulai memperketat analisis risiko impor berbagai produk yang berpotensi jadi karier dari negara yang terkena wabah. Kita tidak ingin geliat industri budidaya udang dalam negeri terganggu,” ujar Slamet di Yogyakarta, Kamis (17/9).

Slamet juga menjamin pihak KKP terus berupaya keras untuk melakukan berbagai langkah antisipatif. Ia membeberkan bahwa Dirjen Perikanan Budidaya telah menyiapkan setidaknya sepuluh upaya guna mencegah penyebaran AHPND tersebut. kesepuluh upaya tersebut antara lain menerbitkan Perditjen Nomor 165 Tahun 2019 tentang SOP Pencegahan AHPND, membentuk Satuan Gugus Tugas Pengendali Hama dan Penyakit Ikan, meningkatkan kapasitas laboratorium pengujian di UPT mulai dari metode, bahan uji dan SDM, dan memperketat pengawasan terhadap lalu lintas udang baik domestik maupun internasional.

Terpisah saat dihubungi awak media, Pengurus Serikat Petambak Pantura Indonesia Kabupaten Pemalang Jawa Tengah Rujatno, menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan edukasi kepada seluruh petambak di pantura guna mengantisipasi potensi penyebaran penyakit AHPND. Menurutnya, saat ini budidaya udang vaname masih sangat bagus, oleh karenanya perlu pengelolaan yang ramah lingkungan.

“Bisnis budidaya udang ini lagi bagus bagusnya. Makanya, begitu ada informasi jenis penyakit AHPND mulai menginfeksi udang budidaya di beberapa negara tetangga, kita langsung waspada dengan segera melakukan berbagai langkah antisipatif. Upaya yang kita dorong yakni memberikan edukasi pentingnya penerapan biosecurity, di samping mengubah sistem budidaya yang lebih ramah lingkungan,” tukasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.