Portal Berita Online
Ads Beras Haji

KKP Komit Kelola Terumbu Karang

0 6

PONTIANAK, KABARPANGAN.ID – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (DJPRL) tengah mengimpun data dan informasi terumbu karang di wilayah Kalimantan guna memperkuat pengelolaan terumbu karang. Hal ini sejalan dengan hasil resolusi International Coral Reef Initiative (ICRI) dan Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Karang di Indonesia 2017-2021.

Plt Sekretaris Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Sesditjen PRL) Agus Dermawan menegaskan, Indonesia bersama Monako dan Australia selaku Ketua Bersama ICRI berkomitmen untuk melindungi dan mengelola terumbu karang dari dampak buruk perubahan iklim dan membangun ketahanan terumbu karang.

“ICRI mendorong 200 negara anggotanya untuk meningkatkan monitoring karang dan pelaporan di tingkat nasional dan regional. ICRI juga mendorong anggota dan mitranya untuk berkontribusi dalam pengamatan pemutihan karang termasuk data dan informasi lain yang relevan,” ujar Agus saat dihubungi awak media, Sabtu (19/9).

Sementara itu, Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut (KKHL) Andi Rusandi saat membuka Webinar Jejaring Terumbu Karang Wilayah Kalimantan Kamis lalu (10/9) menyampaikan perairan Indonesia mempunyai daya lenting 41 persen dibandingkan negara lainnya yang berkisar 10 persen, maka dari itu terumbu karang merupakan suatu kekuatan bagi Indonesia yang harus dikelola.

“Dari 2,5 juta hektar luas terumbu karang di Indonesia, sebanyak 1 juta hektar telah dilindungi melalui pembentukan kawasan konservasi perairan,” kata Andi.

Ads Air Haji

Menurut Andi, saat ini data mengenai terumbu karang masih kurang dan tidak berkelanjutan. Untuk itu, kerja sama pemerintah, NGO, perguruan tinggi dan mitra lainnya di seluruh Indonesia sangat diperlukan dalam penyusunan database karang Indonesia.

“Perlu dibentuk jejaring pemantauan terumbu karang untuk mengatasi kompleksitas masalah pengelolaan terumbu karang, terutama untuk mengatasi permasalahan keterbatasan penelitian dan survei, data yang tersebar di banyak instansi, dan kejadian pemutihan karang massal di Indonesia,” jelasnya.

Senada dengan Direktur KKHL, Kepala BPSPL Pontianak Getreda M Hehanussa mengatakan, upaya konservasi terumbu karang di Kalimantan perlu dilakukan secara bersama-sama. Untuk itu, BPSPL Pontianak bersama stakeholder di Kalimantan tengah menghimpun data-data dan informasi terumbu karang di Kalimantan untuk dijadikan database terumbu karang Kalimantan.

“Buku database ini diharapkan dapat berguna bagi tingkat regional dan internasional,” imbuh Getreda di Pontianak.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Program Kelautan dan Perikanan WWF Indonesia Imam Musthofa Zainudin menyampaikan WWF terus berupaya mendukung program pemerintah untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan kesehatan ekosistem pesisir dan kelautan yang tujuannya untuk kesejahteraan dan kehidupan manusia.

“Dalam lima tahun ke depan, WWF ingin terus berkontribusi mendukung pemerintah dalam penetapan dan meningkatkan efektifitas pengelolaan kawasan konservasi perairan di 5 juta hektar,” tandasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.