Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Konferensi FAO: Empat Prioritas Indonesia di Sektor Pertanian di Musim Covid-19

0 6

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam konferensi Asia-Pasifik secara virtual dari Malang Jawa Timur, Rabu (3/9), menyampaikan ada empat prioritas Indonesia dalam situasi ‘normal baru’. Empat langkah itu dilakukan untuk memperkuat ketahahan pangan dalam masa pandemi Covid-19.

Empat prioritas tersebut adalah peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi pangan lokal, penguatan cadangan pangan dan sistem logistik, pengembangan pertanian modern

Mentan Syahrul juga mengatakan, bahwa meski perekonomian mengalami perlambatan, namun Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia di sektor pertanian meningkat 2,19 persen pada tahun ini. Indonesia juga mencapai pertumbuhan sektor pertanian sebesar 16,24 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Lanjut Mentan Syahrul, bahwa meski terjadi kemunduran global dalam pencapaian SDG, peringkat ketahanan pangan Indonesia dalam indeks keamanan global telah meningkat dari peringkat 74 pada 2015 menjadi peringkat 62 pada 2019. Prevalensi stunting menurun dari 30,8 persen pada 2018 menjadi 27,67 persen pada 2019.

Ads Air Haji

Sementara Direktur Jenderal FAO QU Dongyu mengatakan, di hadapan lebih dari 400 peserta aktif dalam konferensi tersebut, menyoroti dampak negatif pandemi Covid-19 terhadap sistem pangan.

“Virus telah mengganggu rantai pasokan pangan global, pembatasan pergerakan di perbatasan dan penguncian menghancurkan mata pencaharian dan menghambat transportasi pangan bagi penduduk,” ujarnya.

Pandemi belum berakhir. Oleh karen itu, dia mengajak semua negara dalam forum tersebut untuk melakukan inovasi dan teknologi agar petani kecil dan keluarganya yang bergantung pada sektor pertanian ekonominya bisa kembali pulih.

“Petani sangat membutuhkan perhatian kita. Kita harus lebih memanfaatkan inovasi dan teknologi pertanian yang ada, dan mempertimbangkan teknologi terbaru,” ucapnya.

Saat ini yang dilakukan FAO adalah melalui Program Respons dan Pemulihan Covid-19 FAO, yang memungkinkan donor untuk memanfaatkan kekuatan organisasi, data terkini, sistem peringatan dini, dan keahlian teknis untuk mengarahkan dukungan di daerah mana dan kapan paling dibutuhkan. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.