Portal Berita Online

Konferensi FAO, Mentan SYL Tegaskan Komitmen Ketahanan Pangan Indonesia

0 16

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) secara virtual konferensi Regional FAO Asia Pasifik, pada Rabu (3/9), menegaskan komitmen menjaga ketahanan pangan nasional khususnya menghadapi pandemi Covid-19. Selain itu, sektor pertanian juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan petani.

“Pemerintah Indonesia terus mendorong peran penting sektor pertanian dalam menciptakan lapangan kerja di pedesaan, meningkatkan pendapatan keluarga petani, serta memastikan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Mentan SYL menambahkan, bahwa peran sektor pertanian di Indonesia saat ini cukup signifikan. Hal ini tercermin berkontribusi terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB) yang mencapai 14 persen dan menyediakan lapangan kerja bagi hampir separuh total penduduk.

Sehingga, lanjut dia, untuk menjaga ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat di era normal baru, saat ini Kementan tengah mengembangkan beberapa kebijakan di antaranya meningkatkan kapasitas produksi, mengembangkan diversifikasi pangan lokal, memperkuat cadangan pangan dan sistem logistik serta melakukan pengembangan pertanian modern.

“Kementerian Pertanian baru saja meluncurkan Rencana Pembangunan Strategis (RENSTRA) lima tahun untuk periode 2020-2024 yang bertujuan mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan modern melalui penguatan ketahanan pangan dan daya saing produk pertanian,” jelasnya.

Selain itu, kata Mentan SYL, dalam kondisi pertumbuhan ekonomi yang melambat akibat pandemi Covid-19, sektor pertanian Indonesia pada kuartal II/2020 mengalami peningkatan pertumbuhan PDB sekitar 2,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya (yoy).

Pada kuartal ini juga menunjukkan capaian pertumbuhan sektor pertanian hingga 16,24 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (qoq). Berdasarkan Indeks Ketahanan Pangan Global, peringkat ketahanan pangan Indonesia menunjukkan peningkatan dari peringkat 74 pada 2015 menjadi peringkat 62 pada 2019.

“Prevalensi stunting Indonesia juga mengalami penurunan dari 30,8 persen pada 2018 menjadi 27,67 persen pada 2019,” ucapnya.

Dalam acara konferensi yang diselenggarakan oleh FAO dan Pemerintah Kerajaan Bhutan tersebut, Mentan SYL turut mengapresiasi peran FAO dalam mempromosikan dan mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan (Sustainable Development Goal’s/SDG’s), serta mengembangkan strategi dan program untuk ketahanan pangan global.

“Dalam kondisi sulit saat ini akibat pandemi Covid-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya, forum ini menjadi semakin penting untuk membahas prioritas bersama guna mencapai koherensi kebijakan di antara negara-negara di kawasan Asia dan Pasifik,” tuturnya.

Ke depan, Indonesia akan terus bersinergi dengan FAO serta dua Badan PBB bidang pangan dan pertanian lainnya yang berbasis di Roma (International Fund for Agricultural Development/IFAD dan World Food Program/WFP) dalam menangani dampak krisis akibat Covid-19 pada sistem pangan serta mengambil tindakan yang diperlukan untuk meningkatkan ketahanan pangan Indonesia.

“Melalui kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular (South-South dan Triangular Cooperation), Indonesia siap untuk berbagi pengalaman kami dengan setiap negara di kawasan ini dan sekitarnya, bersama-sama, untuk berkontribusi dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya. (mh/kp)

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.