Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Korporasi Pertanian Ditargetkan di 130 Kabupaten

0 5

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan Program Pengembangan Korporasi Tanaman Pangan (Program Propaktani) hingga akhir 2020 bisa diterapkan di 130 kabupaten di seluruh Indonesia. Sampai saat ini korporasi baru di 14 kabupaten, salah satu kabupaten yang berhasil mengelola korporasi adalah Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi menyebutkan, pola korporasi sudah diuji coba sejak tahun lalu di beberapa lokasi seperti di Tuban, Lampung, Kalsel, Sulut dan lainnya. Terbukti kinerjanya bagus, sehingga tahun ini akan direplikasi di 130 Kabupaten.

“Kebijakan yang dicetus Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam membangun pertanian berbasis korporasi terus dikawal dan dikembangkan dan tahun depan diperluas di seluruh wilayah,” ujar Suwandi di Jakarta, Senin (7/09).

Suwandi menambahkan, korporasi pertanian tidak hanya meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani namun juga untuk meningkatkan komoditas berbasis ekspor. Program Propaktani meliputi kegiatan terintegrasi on farm dan hilir sampai industri turunan hingga pemasaran.

“Kawasan dan klaster program ProPaktani memanfaatkan lokasi yang telah ada, ditata dan dioptimalkan, sumber pendanaan dari swadaya, KUR dan pembiayaan lainnya,” ucap Suwandi.

Ads Air Haji

Direktur Perbenihan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Mohammad Takdir Mulyadi menambahkan, belum lama ini Kementan melakukan pengukuhan pengembangan kawasan korporasi padi sehat terintegrasi dengan ternak sapi di Blitar yang menerapkan teknologi pertanian presisi. Kabupaten Blitar menjadi salah satu contoh daerah yang menerapkan wadah kelembagaan koperasi yang berbasis korporasi.

“Hal ini berarti pengelolaan manajemen dikelola secara terstruktur, saling bekerjasama menguatkan kelembagaannya dengan prinsip dari petani, dan keuntungan milik petani,” tutur Takdir.

Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Pangan Blitar Wawan Widianto mengatakan, dengan dukungan Kementan, Kabupaten Blitar mengukuhkan koperasi Lumpang Mas Penataran, yang mengembangkan kawasan korporasi pertanian. Bersama Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, optimis bisa menjadi koperasi lumbung pangan masyarakat Blitar yang punya ciri khas Padi organik dan Padi sehat Metode Hayati Indonesia (MHI).

“Koperasi lumbung pangan ini diusung dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia menuju pertanian berkelanjutan, presisi dan terintegrasi ternak sapi,” ujar Wawan.

Wawan mengatakan konsep padi MHI mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi saprodi dan ramah lingkungan memanfaatkan bahan baku yang melimpah di sekitar Blitar.

Salah satu produksi beras organik unggulan Blitar (beras merah dan beras hitam Jeliteng) yang sudah disertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Organik dan dipasarkan dengan nama Britanic. Ke depan Blitar bisa ekspor beras organik ke negeri tetangga. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.