Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Korporasi Tanaman Pangan Diperluas

0 9

BOGOR, KABARPANGAN.ID – Program Pengembangan Korporasi Tanaman Pangan (Propaktani) yang diinisasi Kementerian Pertanian (Kementan) sejak 2019 telah menunjukkan hasil yang bagus. Karenanya, akan diperluas di sejumlah daerah lain.

Tahun ini, Kementan mengundang petani di 14 Kabupaten yang akan mengelola korporasi tanaman pangan guna meningkatkan kapasitasnya.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyebutkan, pola korporasi sudah diujicoba sejak tahun lalu di beberapa lokasi seperti di Tuban, Lampung, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara dan lainnya. Terbukti kinerjanya bagus, selanjutnya akan di 130 Kabupaten.

“Sesuai arahan menteri pertanian dalam membangun pertanian berbasis korporasi atau industri, pola ini akan terus dikawal dan dikembangkan dan tahun depan diperluas di seluruh wilayah,” ujarnya dalam kegiatan bertaju “Sosialisasi dan Peningkatan Kapasitas SDM Calon Pengelola Korporasi Petani Tanaman Pangan” di Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/8).

Dia menjelaskan, prinsip korporasi yang pertama adalah pendekatan pengelolaan korporasi dengan skala lahan hamparan luas. Tidak harus satu hamparan 5.000 hektar (ha), namun bisa dikelompokkan menurut sub kawasan atau klaster 500 ha.

“Prinsip kedua adalah integrated farming, dengan komoditas penunjang dan komoditas utama. Seperti di Indramayu unggulannya padi melibatkan 3-4 kecamatan yang dikelola dalam 1 korporasi. Komoditas pendukungnya bisa sayuran, cabe , bawang, kelapa, ternak itik, sapi dan seterusnya,” paparnya.

Ads Air Haji
Saat diskusi bertajuk Sosialisasi dan Peningkatan Kapasitas SDM Calon Pengelola Korporasi Petani Tanaman Pangan, di Bogor, Jabar, Selasa (4/8). Foto: Dok Kementan

“Contohnya lagi korporasi jagung di Lombok Timur mampu melibatkan 81 kelompok tani, kemudian semua anggota dipayungi off taker supaya bisa ajukan KUR dan bermitra dengan perusahaan benih, pupuk dan jasindo,” tambah dia.

Program Propaktani, lanjut dia, meliputi kegiatan terintegrasi on farm dan hilir sampai industri turunan hingga pemasaran. Integrasi ada aspek infrastruktur, alsintan, budidaya mulai tanam hingga panen dan hilir pasca panen hingga pemasaran.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Padi Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Edi Darmanto menyampaikn, di Jateng ada beberapa percontohan korporasi yang telah berjalan bagus seperti di Demak, Rembang dan Karanganyar. Korporasi ini bisa menjadi contoh pengembangan kelembagaan, bahkan omzetnya bisa sampai miliaran dan tentunya ini bisa meningkatkan pendapatan petani.

“Seperti halnya yang di Karanganyar awalnya adalah sebagai Rumah Pintar Petani sebagai tempat one stop service untuk petugas dan petani bertemu saling berbagi informasi dan memecahkan masalah di lapangan. Sampai akhirnya kemudian berkembang luas jadi korporasi yang maju. Sudah banyak sarana prasarananya mulai dari membentuk koperasi, pusluhdes, UPJA, rice milling unit dan lantai jemur,” tuturnya.

Sementara ketua Gapoktan Giri Mukti Banten mengatakan, kendalanya saat ini di SDM dan masih perlu penambahan sarana prasarana. Namun demikian sudah ada hasil dari jagung ini bisa membangun jalan dan bisa mendapat Kredit Usaha Rakyat (KUR), percobaan yang dapat 12 petani.

“Dan akan ada lagi dari perbankan kasih tambahan KUR untuk Poktan kami,” pungkasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.