Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Kostratani Gandeng Pesantren di Tasikmalaya

0 15

TASIKMALAYA, KABARPANGAN.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mendorong produktivitas pangan yang berkualitas, salah satunya menggandeng pesantren di Kabupaten Tasikmalaya, melalui program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani).

Melalui Badan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), mengajak pesantren di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat,

Melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Kostratani resmi digulirkan di Tasikmalaya, pada Kamis (13/8).

Aktivasi Kostratani ini dilakukan Kementan di dua Balai Pelatihan Pertanian (BPP) wilayah Tasikmalaya, yaitu BPP Cigalontang dan BPP Padakembang. Diharapkan, Kostratani di dua wilayah ini menjadi role model bagi BPP lainnya di wilayah Tasikmalaya.

Ads Air Haji

“Kostratani itu didesain untuk menjawab semua kebutuhan produktivitas pertanian. Siapapun bisa ikut berperan aktif di dalam Kostratani, termasuk pesantren. Silahkan saja para santri belajar pertanian dari Kostratani. Bagaimanapun, pesantren potensial untuk mendukung produktivitas pertanian Tasikmalaya,” ujar Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, di Tasikmalaya, Kamis (13/8).

Mengacu data.tasikmalayakota.go.id terbaru, Tasikmalaya memiliki sekitar 266 pondok pesantren. Pesantren tersebut tersebar di sekitar 10 kecamatan. Adapun santrinya mencapai sekitar 40.021 orang, lalu ustadnya berjumlah 1.788 jiwa. Profil tersebut tentu menarik di tengah gencarnya Kementan menaikkan kuota petani milenial.

“Kostratani tentu terbuka lebar bagi pesantren. Mereka bisa mempelajari teknis pertanian. Kami tentu akan memberikan akses yang seluas-luasnya kepada mereka. Pesantren juga banyak milenialnya dan ini sesuai dengan visi-misi Kostratani. Bagaimanapun, kami mengajak milenial secara umum untuk ikut berpartisipasi aktif dalam pembangunan pertanian,” tuturnya.

Selain potensi sumber daya manusia berbasis pesantren, Tasikmalaya didukung lahan dengan luasan yang menjanjikan. Peruntukannya juga sangat beragam. Untuk persawahan terbagi menjadi beberapa kategori, seperti sawah irigasi dengan total luas sekitar 4.798 Hektar (ha) dan 998 ha sawah tadah. Ada juga tegal/kebun dengan luas lahan 2.594 Hektar, lalu ladang/huma sekitar 932 hektar.

Dengan lahan potensial tersebut, Tasikmalaya pun menghasilkan beragam komoditi pertanian. Sebut saja, padi, cabai, petsai, tomat, dan lainnya. Kota Santri juga terkenal sebagai sentra kopi, kakao, cengkeh, dan aren. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.