Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Kostratani Tangerang Lakukan Gertam Padi

0 10

TANGERANG, KABARPANGAN.ID – Menjaga ketersediaan pangan dan mengantisipasi dampak pandemi Covid-19, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan percepatan masa tanam. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta petani di Indonesia untuk terus melakukan olah tanah, tanam, dan panen.

“Kita harus bekerja lebih keras, lebih terpadu dan lebih gotong royong agar makanan rakyat bisa terjamin. Krisis pangan tidak boleh terjadi di Indonesia, kita hadapi dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah”, ujar Mentan SYL, dalam keterangannya, Kamis (13/8).

Arahan tersebut ditindaklanjuti oleh petani di Desa Kedung Dalem Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang yang melakukan gerakan tanam (gertam) padi pada Selasa, (12/8).

Ads Air Haji

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang Aziz Gunawan menjelaskan, pada musim tanam tahun ini petani yang tergabung dala, Komando Strategi Pertanian (Kostratani) Kabupaten Tangerang menanam padi di luasan 36.000 hektar (ha) dengan produktivitas antara 6-8 ton/ha. Gertam di kawasan utara tangerang yang merupakan sentra beras ini memakai benih varietas Inpari 32.

“Penyuluh dan petani merupakan pelaku utama dalam sektor pertanian. Kita harus membangun koneksitas lintas sektoral, membangun komunikasi dan komitmen yang baik mulai dari level bahwa hingga atas. Petani harus mau ikuti perkembangan zaman agar bisa maju,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengungkapkan, bahwa Kementan melakukan transformasi Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) menjadi Model BPP Kostratani. Kabupaten Tanggerang memiliki delapan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dengan lebih dari 100 Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP). Dari delapan BPP tersebut terpilih dua BPP Model yakni Sepatan dan Kaliasin.

“Penguatan BPP Kostratani untuk mendukung gerakan pembangunan pertanian dilakukan dengan berbagai cara, seperti pendampingan dan pengawalan gerakan pembangunan pertanian, dan kolaborasi penyuluh pertanian dan petugas teknis fungsional lainnya,” pungkasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.