Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Manfaatkan Lahan Sempit, Ayo Masyarakat tanam Sayur dan Buah

0 10

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) tidak bosan-bosannya selalu mengingatkan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 untuk memanfaatkan lahan sempit dan pekarangan sebagai tempat bercocok tanam baik sayuran maupun buah-buahan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan, pihaknya akan terus menggenjot produksi pangan lokal.

”Dalam situasi pandemi yang masih berlangsung ini, kita harus terus meningkatkan produksi pangan lokal. Apalagi Indonesia kaya akan pangan lokal seperti sagu, singkong, jagung, ubi, dan lainnya. Kita bisa manfaatkan lahan sempit dan pekarangan sebagai tempat bercocok tanam,” ujarnya di Jakarta, Rabu (12/8).

Dedi mengatakan, sebagai negara tropis pertanian Indonesia sangat diuntungkan karena mendapat sinar matahari berlimpah dengan suhu yang sangat cukup, kemudian memiliki sumber air yang banyak, serta tanah yang subur. Kondisi ini membuat masyarakat bisa melakukan cocok tanam setiap saat dan dimana saja.

Ads Air Haji

“Saya minta petani, penyuluh, dan petani milenial, untuk terus tanam. Jangan biarkan sejengkal tanah tidak tanam, jangan sampai ada waktu kosong untuk tidak tanam. Di mana saja, kapan saja, kita harus tanam, tanam, dan tanam. Utamanya, tanam komoditas pangan lokal,” pintanya.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri menjelaskan, saat ini masyarakat bisa melakukan Gerakan tersebut melalui konsep “Pangan dari Pekarangan”. Konsep ini, kata Kuntoro, dinilai bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara swadaya, termasuk mendukung gerakan Kemandirian Pangan nasional.

“Intinya setiap keluarga bisa mensubstitusi kebutuhan pangannya. Masyarakat bisa membangun kebun keluarga dengan memanfaatkan lahan kosong dan pekarangan rumah yang sempit,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Cireundeu Jajat Sudrajat menyambut baik gerakan diserfikasi pangan lestari yang digaungkan Kementan dalam memperkuat produksi pangan lokal.

“Indonesia memiliki pangan lokal yang sangat berlimpah dan dapat dimanfaatkan karena bergizi tinggi dan sehat. Kami tidak lagi mengkonsumsi beras dari sawah. Kami justu mengembangkan pangan olahan dari singkong,” pungkasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.