Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Masih Andalkan Impor, Kebijakan Perberasan Nasional Dipertanyakan

0 10

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Isu persoalan beras setiap tahun selalu muncul. Masalahnya klasik, soal kelangkaan beras, yang pada ujungnya untuk mengatasi masalah tersebut melalui impor. Padahal, Indonesia sendiri memiliki lahan yang cukup luas, dan tentu saja bisa menyediakan kebutuhan konsumsi masyarakat akan beras.

Nah, terkait masalah ini, Koalisi Rakyat Kedaulatan Pangan (KRKP) menyoroti soal arah kebijakan pemerintah mengenai perberasan nasional masih belum jelas. Sebab, masih mengandalkan impor dalam memunuhi kebutuhan nasional.

“Manajemen perberasan masih terpaku pada pengendalian produksi, harga, stok, dan program peningkatan produksi dengan Bulog sebagai penyanganya. Jika produksi kurang, maka jalan impor jadi andalan. Kan ini keliru,” katanya dalam keteranganya, Rabu (12/8).

Akibatnya, kata dia, para petani yang dirugikan. Meski memang mendapat insentif dari pemerintah berupa subsidi pupuk, alat mesin pertanian, permodalan, dan lainnya. Namun, akan tetapi seringnya tidak tepat sasaran.

“Namun sayangnya, ketika panen, petani tidak mendapatkan harga yang fair,” ujarnya.

Ads Air Haji

Menurutnya, tidak adanya kebijakan pembatasan impor saat panen membuat harga beras petani kerap anjlok. Dalam konteks ini, isu keberlanjutan kemudian menjadi isu yang sangat termarjinalkan.

Lanjut dia, Turunnya jumlah rumah tangga pertanian menjadi isu yang digaungkan secara terbatas di kalangan masyarakat sipil dan belum menjadi isu utama oleh pemerintah.

“Padahal saat ini gagasan isu beras yang dikembangkan sudah melangkah ke isu sustainability,” kata David.

Berbicara mengenai sustinibility, Ketua Aliansi Organis Indonesia mengatakan, adanya peningkatan produksi dan permintaan produk beras sehat atau produk organis bisa menjadi pintu masuk menuju terwujudnya platform beras berkelanjutan.

“Mulai dari petani, lingkungan pertanian, produk beras, semua dikaitkan dengan environtment,” pungkasnya. (din/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.