Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Mengenal Pola Tanam SRI Bisa Tingkatkan Produktivitas Padi Dua Kali Lipat

0 52

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Metode tanam System of Rice Intensification (SRI) pada tanaman padi telah terbukti dapat meningkatkan produktivitas hingga dua kali lipat dan berkualitas. Pola tanam ini sangat pas diterapkan agar ketahanan pangan tetap terjaga di tengah pandemi Covid-19.

Tarjono, selaku anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Ciputat, yang pernah melakukan uji coba pola tanam SRI di wilayah kegiatan PIRIMP, yakni di daerah Irigasi Ciliman, Kabupaten Pandeglang, Banten, telah berhasil mengembangkan SRI di wilayah tersebut.

Program PIRIM ini merupakan proyek kerjasama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) dan Japan Bank International Cooperation periode 2010 hingga 2017.

Panen padi menggunakan sistem SRI bisa meningkatkan produktivas hingga dua kali lipat.

Awalnya, kata dia, memang tidak mudah untuk meyakinkan para petani di Kabupaten Pandeglang, Banten. Hal ini karena mereka telah terbiasa menanam padi dengan cara konvensional.

Kemudian, agar petani mau menanam dengan pola SRI, maka pihaknya memberikan bibit, pupuk, penanaman, pemeliharaan diberikan kepada petani secara gratis.

“Jadi, proyek (kita) hanya meminjam tanah sawah saja, yang kemudian hasilnya panennya diserahkan seluruhnya kepada pemilik sawah,” ujarnya kepada kabarpangan.id, Minggu (23/8).

Ads Air Haji

Lanjut dia, hanya ada dua orang petani yang bersedia meminjamkan sawahnya. Alasan mereka, karena khawatir terjadi gagal panen.

“Iya, mereka khawatir akan gagal panen padi. Apalagi yang ditanam hanya satu batang padi. Bahkan, beberapa petani menyebutnya petani sudah mulai gila, kurang kerjaan, dan lain sebagainya,” ungkapnya mengenang kala itu.

Ternyata, kekhawatiran para petani yang tidak mau meminjamkan lahannya tidak terbukti. Dengan pola tanam padi bisa menghasilkan produktivitas hingga dua kali lipat. Dia menyebutkan dengan metode budidaya SRI ini bisa menghasilkan beras organik yang memiliki kualitas tinggi sebagai beras sehat.

“Tanam padi SRI di lahan Pak Sumirat seluas 0,5 hektar mampu memproduksi Gabah Kering Panen (GKP) 4,25 ton. Padahal, selama ini Pak Sumirat hasil panen padinya 2,5 ton saja itu paling banyak. Artinya dengan pola tanam SRI bisa meningkat 100 persen,” tutur bendahara pembangunan gedung Nurcholis Majid Training Centre.

Dia menjelaskan, keunggulan pola tanam SRI yakni, tanaman hemat air, hemat biaya, hemat waktu, produksi meningkat, dan ramah lingkungan.

Lantas kenapa tidak semua petani di seluruh Indonesia menggunakan pola tanam tersebut. Menurut dia, ini karena petani tidak mau direpotkan dalam mengolah tanam SRI.

“Intinya petani tidak mau lebih repot sedikit. Padahal bila dibandingkan dengan hasil panen yang signifikan bedanya, maka kerepotan tersebut sebetulnya telah terbayar,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pola tanam SRI pertama kali dikembangkan di Madagaskan oleh Fr Henri De Laulanie SJ, seorang Pastor Jesuit asal Perancis. Dia mempublikasikan metode temuannya itu pada tahun 1983. (tr/mh)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.