Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Mengenal Shofyan Adi Cahyono, Duta Milenial Pertanian

0 53

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Shofyan Adi Cahyono, salah satu Duta Milenial Pertanian asal Desa Sidomukti, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Dia sukses mengembangkan bisnis sayuran organik hingga ke Singapura.

Selain Duta Milenial Pertanian, Shofyan saat ini menjabat sebagai Ketua Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Citra Muda dan pendiri P.O Sayur Organik Merbabu (SOM).

Shofyan juga menjalani profesi sebagai konsultan pertanian, fasilitator, dan asesor pertanian organik di Lembaga Sertifikasi Profesi Pertanian Organik (LSPPO) Jakarta.

Dia memulai bisnis menjual sayur organik sejak 2014. Usaha yang dirintis di atas lahan 10 hektar beberapa tahun lalu itu kini menjadi sorotan pemerintah pusat, bahkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Mentan SYL memberi apresiasi atas usaha Shofyan membangun sektor pertanian, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi anak muda lainnya.

Ads Air Haji

Kedua orangtua Shofyan adalah seorang petani. Sejak kecil, Shofyan sudah terbiasa melihat usaha pertanian milik orangtuanya naik turun. Karena melihat keseharian kedua orangtunya bertani, Shofyan akhirnya tertarik untuk terjun sebagai petani.

Karenanya selepas Sekolah Menengah Atas (SMA), ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Bisnis dan Pertanian Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.

Saat ini, bisnis pertaniannya sudah memasarkan 50 jenis sayuran organik ke sejumlah daerah di pulau Jawa hingga Kalimantan. Bahkan, sampai ke negara negara tetangga, Singapura.

Hasil dari bertani sayur organik, omzetnya bikin geleng-geleng kepala, yakni Rp 300 juta. Maka tidak heran, dia menjadi pengusaha pertanian yang sukses di daerahnya.

Ke depan, dia akan tetap fokus pada pertanian organik dan membuat konten di YouTube untuk disebar ke masyarakat luas, terutama untuk kalangan anak muda.

“Masih akan tetap fokus pada pertanian organik dengan pertanian organik dengan mengembangkan bisnis, menjalin relasi, kemitraan, serta membuat konten-konten seputar pertanian organik supaya pertanian organik dapat lebih dikenal masyarakat terutama petani muda,” pungkasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.