Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Menjaga Ketahanan Pangan, Masyarakat Sambas Optimalkan Pekarangan Rumah

0 8

SAMBAS, KABARPANGAN – Masyarakat Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, menjaga ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19 dengan memanfaatkan pekarangan rumah menanam komoditas sayuran dan tanaman obat-obatan.

Hal ini sejalan dengan program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) Kementerian Pertanian (Kementan) yang digagas Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

Mentan Syahrul menegaskan, membangun ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, namun juga sektor lain. Mulai dari pemerintah, peneliti, praktisi, pakar pertanian, insan pertanian, penyuluh hingga petani harus harus saling bersinergo.

“Kita harus memastikan bahwa pertanian tidak boleh terhenti di dalam memenuhi kebutuhan pangan 267 juta jiwa penduduk di Indonesia. Bekerjalah dengan semangat mewujudkan kemandirian pangan, saatnya kita menjadi pahlawan bagi bangsa Indonesia” katanya dalam keterangannya, Sabtu (22/8).

Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Jawai Darma Irawan mengatakan, para wanita setempat menanam tanaman obat-obatan dan sayuran. Seperti jenis rempah rumah tangga seperti jahe, kunyit, temulawak, lengkuas, serai. Sedangkan sayuran yang ditanam adalah cabai rawit, bayam, kangkung, kacang panjang, gambas, sawi dan lainnya. Juga menanam ubi jalar, ubi kayu dan talas.

“Optimalisasi pekarangan rumah ini tentu akan menjaga kecukupan pangan keluarga yang artinya sama dengan menjaga pangan nasional. Sayuran tidak perlu lagi membeli karna sudah tersedia dan kapan saja bisa dipetik. Jelas lebih segar dan yang pasti aman untuk dikonsumsi karna tanpa penggunaan bahan kimia. Sehingga asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh juga baik dan bisa membuat imunitas tubuh menjadi kuat,” kata Darma.

Ads Air Haji

Lebih lanjut Darma mengatakan, bahwa untuk mewujudkan program Kostratani, salah satu contoh melalui pemanfaatan lahan pekarangan ini harus menjadi bisa diikuti oleh petani lainnya. Harus diperhitungkan dengan bijak oleh keluarga tani agar bisa berproduksi dan bisa menambah penghasilan.

“Setiap pelaku pertanian baik antara penyuluh dan petani harus mewujudkan ketahanan pangan keluarga. Sehingga kerawanan pangan bisa di minimalisir sedini mungkin,” ucapnya.

Anggota kelompok tani Serai Wangi II Desa Sentebang Kecamatan Jawai Pauziah mengatakan, sangat senang bisa menanam dan memanen sayuran dari pekarangan rumahnya. Bersama beberapa anggota lainnya mereka memang sudah lama memanfaatkan pekarangan rumah untuk menambah penghasilan keluarga.

“Paling tidak kami tak perlu mengeluarkan biaya untuk sekadar memakan sayur segar yang sehat dan memasak lauk-pauk, karna sudah tersedia di pekarangan rumah masing-masing. Bahkan, ubi jalar yang kita panen bisa dijual sebagai makanan pengganti nasi yang sehat,” katanya.

Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian Dedi Nursyamsi mengatakan, penyuluh dan petani bekerja dalam mempertahankan ketersediaan pangan di daerah. Mereka adalah pahlawan pangan di tengah pandemi Covid-19 untuk memastikan hasil yang berkali lipat.

“Untuk mendukung program Kostratani, petani harus terus didorong agar dapat melakukan hilirisasi kegiatan usaha taninya baik secara onfarm maupun outfarm. Pertanian merupakan garda terdepan dalam pencegahan pandemi Covid-19 ini,” tukasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.