Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Mentan Syahrul: Januari Penanaman di Food Estate Sudah Selesai

0 7

Humbahas, Kabarpangan.id – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendampingi Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meninjau langsung perkembangan penanaman dan kawasan lahan lumbung pangan baru (Food Estate) di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas). Lahan Food Estate berbasis hortikultura ini ditargetkan akan selesai tanam pada Januari tahun depan.

“Pengolahan lahan Food Estate ini sudah hampir 90 persen lebih, pengolahan sampai dengan membangun bedengan sudah sampai 70 persen. Bulan Desember ini, InsyaAllah selesai 100 persen pemasangan mulsa dan penanaman nya itu sudah tidak lama tinggal butuh menggerakkan lebih banyak orang dan tentu saja sesuai dengan target yang ada Januari InsyaAllah penanaman sudah selesai,” ujar Mentan Syahrul usai meninjau lokasi Food Estate di Desa Ria-Ria, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbahas, Jumat (18/12).

Mentan Syahrul mengatakan kawasan lumbung pangan Kabupaten Humbahas merupakan pengembangan lahan pertanian berbasis hortikultura sebagai komoditi utama. Terdapat 3 komoditi yang akan dikembangkan di kawasan Food Estate Humbahas di antaranya kentang, bawang merah dan bawang putih.

“Kita tinggal kita tunggu bagaimana melakukan budidaya dan penjagaan sehingga bisa panen dalam waktu yang sudah direncanakan,” kata Mentan.

Di kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa progres pengerjaan lahan Food Estate sangat signifikan. Dalam empat tahun ke depan, lahan food Estate Sumatera Utara ini akan diperluas sampai 30.000 hektare (ha) dan akan dikembangkan penanaman hortikultura.

Pada tahun 2020, target pembangunan kawasan Food Estate Humbahas seluas 1.000 HAterdiri dari seluas 215 ha dari APBN Kementan, sedangkan seluas 785 ha dikelola oleh pihak swasta.

Ads Air Haji

“Ini baru pertama di Indonesia ada hamparan 215 hektar yang ditanami kentang, bawang putih dan bawang merah. Dari hasil data yang sudah dilaporkan Kepala Balitbang Kementerian Pertanian hasilnya perkembangannya sangat baik,” ujar Luhut.

Lanjut Menko Luhut, kawasan lahan pengembangan Food Estate ini akan menjadi model percontohan untuk daerah lain sehingga ke depan kekurangan yang ditemui dalam proses olah lahan, budidaya, panen hingga pasca panen menjadi perbaikan di daerah lain.

“Nah kalau ini terus berjalan, rencana Pak Syahrul Limpo ini baru 215 hektar nanti akan 1.000 hektar total semua 30.000 hektar jadi ini sebagai model sekarang. Saya rasa kita belajar dari kekurangan-kekurangan di sini untuk perbaiki nanti di tempat lain,” ucap Luhut.

Menko luhut juga mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah sedang melihat dataran tinggi lainnya untuk dapat dikembangkan kawasan Food Estate. Seperti di pulau Sulawesi atau pulau Jawa, untuk dapat mengembangkan pertanian serta menyejahterakan penduduk di sekitarnya.

“Di Sulawesi ada juga ketinggian 1000-1200 tanah seperti ini nanti kita bikin lagi atau nanti di Jawa mungkin 500 atau 1000 hektar seperti ini kita buat lagi model seperti ini jadi dengan begitu swadaya hortikultura kita juga selesai bisa dalam 5 tahun kedepan,”ungkap Luhut.

Selain itu, Luhut menekankan bahwa bahwa kawasan Food Estate tidak mengganggu lingkungan hutan. Komoditi ditanam di tanah yang tidak tertanam pohon, sehingga hutan tetap terjaga dengan baik. Untuk menjaga tanah agar tidak longsor juga akan ditanami kacang macadamia, kopi, dan tanaman keras lainnya.

“Hutan-hutannya tidak akan dipotong jadi tanah-tanah yang tidak ada pohonnya itu yang semak-semak itu yang akan kita jadikan lahan. Jadi lingkungan tetap terjaga,” tukasnya. (mh)

Leave A Reply

Your email address will not be published.