Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Mentan SYL Dorong Pekebun Genjot Produksi Kopi

0 4

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Syharul Yasin Limpo (SYL) mendorong peningkatan produksi komoditas pertanian termasuk perkebunan hingga memiliki kualitas yang bernilai tambah dan berdaya saing dipasar dunia.

Upaya ini merupakan salah satu agenda dalam Nawacita, yakni mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis ekonomi domestik, dengan sub agenda peningkatan kedaulatan pangan yang salah satu sasarannya adalah 1.000 desa pertanian organik.

Adapun untuk tanaman pangan 600 desa, hortikultura 250 desa, dan perkebunan 150 desa. Pengembangan desa pertanian organik pada subsektor perkebunan akan dilaksanakan secara bertahap sejak tahun 2015 hingga 2019.

Berdasarkan informasi dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya diketahui bahwa BBPPTP Surabaya memiliki 7 kelompok tani binaan di kabupaten Lumajang yaitu 2 kelompok tani Desa organik dan 5 kelompok tani Kawasan organik dan siaga OPT dengan luas total seluruhnya mencapai 160 hektar (ha) dan merupakan areal terluas di indonesia untuk pertanian Organik, serta 1 Kelompok Tani pada Kegiatan Regu Pengendali OPT yang berada di Kecamatan Senduro. Dari 7 poktan hanya 2 poktan yang memiliki produk bubuk, Greenbeen, Roasbeen.

Sebagian besar lahan kopi Desa Organik dan Kawasan Organik berada di wilayah perhutani, sehingga menyebabkan beberapa kendala dalam proses sertifikasi serta pengembangannya.

Ads Air Haji

Untuk meningkatkan kualitas kopi maka Kementan melalui BBPPTP Surabaya melaksanakan Bimtek Pasca panen kopi pada tanggal 8-9 September 2020, di Kelompok tani Tani Makmur Jaya Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang. Pertemuan diawali dengan penyampaian teori pasca panen kopi, kemudian dilakukan praktek.

Kepala Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Surabaya Kresno Suharto mengatakan, agar petugas balai baik PBT maupun POPT memberikan layanan kepada kelompok tani/masyarakat perkebunan secara maksimal, mulai dari hulu hingga hilirnya. Jika petani menguasai hulu hilir maka insya Allah mereka akan sejahtera.

“Diharapkan petani dapat menerapkan praktik pasca panen kopi sehingga rasa kopi akan meningkat dan nilai jualnya akan lebih tinggi,” katanya, Kamis (17/9).

Adapun materi yang diberikan untuk pasca panen dan proses pengolahan kopi antara lain, kualitas kopi ditentukan oleh 60 persen budidaya, 30 persen pasca panen dan pengolahan dan 10 persen barista/penyeduh.

Ketua Kelompok Tani Tani Makmur Jaya, Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe Lumajang, mengatakan pekebun antusias dan semangat untuk belajar proses pasca panen kopi, karena dengan mengolah kopi secara benar tentunya akan menambah pendapatan.

“Harapan kami agar selalu dibina, didampingi, dicarikan info pasar dan berharap juga alat pasca panen kopi. Karena ada beberapa kelompok tani yang dilatih belum memiliki alat pasca panen,” tukasnya. (mh/kp)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.