Portal Berita Online

MHI Mampu Tingkatkan Produktivitas Padi Hingga 11,52 Ton per Hektar di Blitar

0 6

BLITAR, KABARPANGAN.ID – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur bersama petani yang tergabung di dalam 22 Gapoktan Kecamatan dari 1.922 Poktan yang tersebar di 22 kecamatan dan 248 desa/kelurahan mampu menggenjot produktivitas padi melalui Metode Hayati Indonesia (MHI). MHI merupakan konsultan pertanian yang menerapkan sistem pertanian berkelanjutan, presisi dan terintegrasi.

“Untuk percepatan peningkatan produktivitas padi, MHI menerapkan kombinasi teknologi Plant Growth Promothing Rhizobacteria (PGPR), Asam Hulmat, Asam Fulfat dan Asam Amino di mana bahan bakunya tersedia melimpah di wilayah pedesaan sehingga petani dapat memproduksinya sendiri agar biaya produksi usaha tani bisa tetap rendah. Petani juga tidak banyak bergantung dengan pupuk kimia bersubsidi,” salah satu Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang menerapkan metode MHI, Ninik Dwi Handayani dalam keterangannya, Sabtu (19/9).

Upaya untuk menjaga ketersediaan pangan adalah dengan melakukan percepatan tanam dengan target peningkatan produksi 12 ton per hektar. Tahun 2020 ini diawali di tujuh kecamatan yaitu Kecamatan Wlingi di Kelurahan Klemunan bersama Poktan Mekarsari I, Kecamatan Talun di Desa Sragi Poktan Among Kismo I, Kecamatan Selopuro Desa Tegalrejo Potan Lestari II, Kecamatan Doko di Desa Jambe Pawon Poktan Sri Dadi, Kecamatan Sutojayan di Desa Bacem Poktan Manunggal Karso, Kecamatan Kesamben di Desa Jugo Poktan Tani Makmur, dan Kecamatan Gandusari di Desa Krisik Poktan Nuju Makmur V.

Ketujuh kecamatan tersebut merupakan wilayah sentra padi sepanjang musim. Total luas lahan sawah di Kabupaten Blitar sebanyak 31.976 hektare yang terdiri dari sawah irigasi 28.519 Ha dan sawah tadah hujan 3.457 Ha

Petani di Desa Sragi Kecamatan Talun Kabupaten Blitar yang tergabung dalam Poktan Among Kismo I yang di ketuai oleh Setyo Budiawan pada Sabtu (19/9) melakukan panen padi menggunakan MHI. Panen padi ini dihadiri langsung oleh Bupati Blitar H Rijanto, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar Wawan Widianto, Asisten II Kabupaten Blitar Ketua BAPPEDA Kabupaten Blitar beserta jajaran muspika lainnya.

“Hasil panen padi patut diacungi jempol bisa tembus 11,52 ton untuk varietas Inpari 42, varietas Rojo Lele 9,28 ton per hektar di lahan perdana dengan perbandingan hasil panen sebelumya diangka 5 hingga 6 ton per hektar. Inovasi ini patut dikembangkan tidak hanya di tujuh kecamatan di Kabupaten Blitar, tapi harus ke seluruhan di 22 kecamatan se-kabupten Blitar”, ujar bupati Blitar Rijanto.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar Wawan Widianto menyampaikan, bahwa peningkatan produktivitas padi dari 6 ton pern hektar menuju 12 ton per hektar diperlukan komitmen yang disiplin dari petani dan pendampingan yang terus menerus dari penyuluh pertanian kepada kelompok tani, agar inovasi teknologi MHI dapat teradopsi dengan baik kepada seluruh petani di kabupaten Blitar.

Percepatan demi percepatan yang dilakukan oleh petani diharapkan bisa menjamin stok pangan di tengah ketakutan akan krisis pangan. Tantangan yang dihadapi pertanian saat ini adalah mencakup pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Hal ini juga turut ditegaskan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, bahwa pertanian menjadi salah satu sektor yang dituntut untuk tetap produktif di tengah pandemi Covid-19.

“Walau masih pandemi Covid-19, pertanian jangan berhenti, maju terus, pangan harus tersedia dan rakyat tidak boleh bermasalah soal pangan,” tukas Dedi. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.