Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Modal Rp 100 Ribu, Petani Ini Bisa Sekolahkan Keempat Anaknya Hingga Magister

0 12

BIMA, KABARPANGAN.ID – Ompu La Angga, petani sayur yang menginspiratif. Dari bermodal Rp 100 ribu, ia mampu menyekolahkan keempat anaknya hingga meraih gelar Magister. Luar biasa bukan!

Ia menceritakan saat memulai menjadi petani di usia 56 tahun. Memang usia yang tidak muda lagi. Namun, karena memiliki semangat yang tinggi, dan demi memperbaiki perekonomian keluarga, faktor usia diabaikan.

Ompu La Angga, bernama lengkap Malik Umar. Dia berasal dari Dusun Oi Fonu, Desa Rupe, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTT).

Pertama memulai bertani, dengan menanam sayuran. Ketika itu hanya bermodal Rp 100 ribu untuk satu bibit. Sayuran dikelola sendiri di lahans seluas 14 m2.

Lahan seluas 14 m2 adalah pekarangan di sekitar rumahnya. Ia sulap menjadi lahan untuk menanam berangeka macam tanaman sayuran, seperti kol, cabai, tomat, kangkung, bayam, kacang panjang, pepaya dan lainnya.

Ads Air Haji

Namanya dikenal luas di daerahnya sebagai petani sukses. Hasil produksnya selalu ditunggu-tunggu masyarakat, terutama di wilayah Kecamatan Langgudu.

Ia sudah 11 tahun menjadi seorang petani. Tidak mudah dilalui, namun semangat dan modal nekad, ia mampu membuktikan bisa berhasil menjadi petani sukses. Semua menanam sayuran dari hasil belajar otodidak.

Karena keberhasilan menjadi seorang petani, di daerahnya banyak anak-anak muda yang tertarik mengikuti jejaknya menjadi petani suskses.

Tanaman sayuran yang dipilih, karena menurut Ompu La Angga, lebih mudah. Tidak perlu membuka lahan baru. Ia bisa panen berkali-kali. Nah, cara ini mendatangkan keuntungan yang berlipa-lipat, dan lebih cepat.

Dalam sepekan saja, ia mampu menghasilkan uang mencapai Rp 1,5 juta. Maka, dalam setahun ia bisa mendapatkan penghasilan mencapai Rp 72 juta. Sayuran kangsung, adalah makanan pavorit di kampungnya.

Dari bertani, Ompu La Angga mampu menyekolahkan keempat anak-anaknya hingga menyandang titel Magister. Ia pun bersyukur atas keputusannya 11 tahun lalu itu tidak salah. Kini, di usia senjanya ia masih semangat untuk melakukan aktivitas bertani. Rupanya ia ingin menghabiskan sisa-sisa umurnya dengan tetap bertani. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.