Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Musim Hujan Kini Bukan Kendala Tanam Cabai, Ini Rahasianya

0 7

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Selama ini petani mengeluhkan faktor alam yang tidak mendukung untuk melakukan kegiatan bertani pada komoditas pangan tertentu, misalkan cabai, yang tidak tahan musim hujan. Namun, kini kekhawatirkan itu tidak ada lagi dengan menggunakan teknologi.

Hal ni sejalan yang disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), bahwa faktor alam jangan dijadikan kendala. Semua itu bisa diatasi dengan teknologi rain shelter untuk menjaga produktivitas tanaman cabai di musim hujan.

Rain shelter merupakan atap sungkup dari plastic UV yang dipasang menggunakan kerangka bambu, besi dan sejenisnya di atas pertanaman cabai.

Penggunaan rain shelter pada pertanaman cabai di musim hujan memberikan banyak manfaat di antaranya petani menjadi lebih tenang karena tanamannya terlindungi dari guyuran air hujan secara langsung sehingga bunga tidak rontok dan buah tidak busuk

Salah satu petani asal Purbalingga Bambang Nuryono, telah melakukan budidaya cabai menggunakan rain shelter sejak tahun 2007. Sepanjang pengalamannya hampir tidak pernah gagal.

Ads Air Haji

“Salah satu kelemahan budidaya cabai dengan rain shelter memang serangan thripsnya lebih banyak makanya tetap perlu penyiraman dan 20 hari sekali plastic UV harus digulung. Tapi buat saya mengendalikan thrips lebih gampang dibandingkan antraknose, sehingga saya suka budidaya cabai dengan rain shelter ini,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (29/7).

“Pengendalian thrips lebih mudah, disemprot dengan air biasa juga bisa. Sekaligus untuk penyiraman,” tambahnya.

Terpisah, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan Tommy Nugraha mengimbau agar teknologi-teknologi seperti di Purbalingga ini bisa disebarluaskan sehingga produksi cabai tidak terkendala oleh musim. Petani pun bisa menanam cabai tanpa khawatir merugi meskipun musim hujan.

“Dilihat dari segi biaya, modalnya memang terlihat lebih besar dibanding dengan budidaya tanpa sungkup. Namun demikian, sebenarnya sama saja. Penggunaan sungkup ini dapat menekan pengeluaran biaya pestisida dan biaya tenaga kerja semprot serta sanitasinya. Selain itu potensi hasilnya juga lebih banyak karena buah tidak kena patek. Pun biasanya harga cenderung lebih menguntungkan di saat musim-musim tersebut,” ungkapnya.

Kasubdit Aneka Cabai dan Sayuran Buah Kementan Dessi Rahmaniar menambahkan untuk pengendalian hama dapat menggunakan pestisida nabati yang biayanya lebih efisien namun fungsinya sama seperti pestisida kimia. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.