Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Musim Kemarau, Petani Gunungkidul Kini Tak Khawatir Lagi

0 14

GUNUNGKIDUL, KABARPANGAN – Memasuki musim kemarau tahun ini petani di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, tidak khawatir lagi. Pasalnya, dinas pangan setempat setempat telah membangun irigasi perpompaan.

Bersamaan dengan peresmian pembangunan irigasi perpompaan, dalam kesempatan itu para petani melakukan panen raya padi intani atau benih mapan di Padukuhan Gatak, Kelurahan Karangmojo Kapanewon, Karangmojo.

Ketua Poktan Gatakrejo Padukuhan Gatak Karangmojo Sumono Untoro (49) mengatakan, sekarang tidak perlu khawatir lagi saat kemarau melanda. Sebab air pasti akan tersedia dengan dibangunnya irigasi perpompaan. Pada tahun 2019, terjadi gagal panen kedua akibat musim kemarau.

“Dengan adanya bantuan pompa, bahkan pada musim tanam ketiga saat ini para petani Gatak sudah mempersiapkan lahan mereka untuk pertanaman palawija dan sayuran,” ujarnya dalam keterangannya, Minggu (26/7).

Perlu diketahui, Kelompok Tani Gatakrejo mempunyai Lumbung Pangan Masyarakat secara mandiri dengan iuran para anggotannya. Modal awal terkumpul 625 kilogram (kg), saat ini sudah berkembang menjadi 1,4 ton gabah. Sistem yang dikembangkan saat terjadi kekurangan pangan masyarakat boleh meminjam gabah ke Lumbung Pangan, setelah panen peminjam gabah mengembalikan gabah dengan dilebihkan sedikit.

Ads Air Haji

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Bambang Wisnu Subroto mengapresiasi hasil ubinan panen padi varietas Ciherang. Ia berharap kedepannya bisa berganti varietas mencoba varietas unggul baru yang sudah dirilis untuk antisipasi terhadap hama padi.

“Kami juga mengapresiasi lumbung pangan masyarakat yang sudah terbentuk hal ini terkait ketersediaan pangan yang akan datang hubungannya dengan antisapasi ketersediaan pangan karena pandemi Covid-19,” ujarnya.

Terkait irigasi perpompaan, Bambang meminta agar dipelihara sebaik mungkin dan tidak boleh mangkrak atau rusak. Penggunaannya agar diatur sebaik-baiknya untuk ketersediaan air petani agar tercukupi baik di musim tanam kedua maupun ketiga.

“Dengan demikian, harapanya terjadi peningkatan Indeks Pertanaman. Produksi pangan pun ikut naik,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menuturkan Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengantisipasi sejak awal potensi kekeringan di sejumlah daerah. Hadirnya bantuan pompa air dengan irigasi yang baik, diharapkan mampu mengatasi kekeringan yang melanda di sejumlah daerah dan cukup sering dalam jangka waktu yang cukup panjang.

“Sesuai dengan kebijakan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dengan adanya pembangunan irigasi perpompaan menjadi salah satu solusi petani untuk bisa terus menanam walaupun dalam musim kekeringan yang panjang,” pungkasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.