Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Nanas Pakpak Bharat Punya Peluang Ekspor Tinggi

0 6

PAKPAK BHARAT, KABARPANGAN.ID – Petani Pakpak Bharat, Sumatera Utara, tengah mengembangkan komoditas holtikultura. Produk tersebut punya peluang tinggi untuk pangsa pasar ekspor.

Seperti pada varietas lainnya, nanas memiliki turunan produk yang luas. Nanas paling umum digunakan sebagai bahan makanan langsung/segar juga dalam bentuk makanan olahan. Harga nanas dalam negeri pun terus mengalami kenaikan.

Berdasarkan Pusat Data dan Informasi Pertanian (Pusdatin), rata–rata kenaikan harga nanas adalah 16 per tahun. Nanas juga memiliki pangsa pasar ekspor yang lebih tinggi dibandingkan komoditas hortikultura yang lain, yakni sekitar 41 persen di tahun 2019.

Pada ekspor tahun 2018, sebanyak 76 negara yang menjadi tujuan ekspor nanas Indonesia, di antaranya Hongkong, Korea, Taiwan, Cina, Jepang, dan Argentina.

Pj Bupati Pakpak Bharat Asren Nasution mengaku bangga dengan kekayaan yang dimiliki oleh Pakpak Bharat.

“Nanas pakpak memiliki ukuran yang besar dibandingkan dengan nanas lain, juga awet disimpan karena buahnya saat matang masih berwarna hijau,” katanya dalam keterangannya, Kamis (6/8).

Lanjut dia, informasi tentang kekayaan varietas ini harus disosialisasikan secara terus menerus dan dipahami oleh seluruh petani dan masyarakat.

“Nanas pakpak yang sudah terdaftar ini, merupakan sebuah kekayaan yang diberikan oleh Tuhan. Melalui sertifikat ini, kita secara legal telah memiliki hak terhadap varietas yang berasal dari tanah kita sendiri,” ujar mantan pejabat Kodam I Bukit Barisan ini.

Ads Air Haji

Saat ini, kata dia, Pakpak Bharat tengah fokus membangun varietas unggul. Salah satunya, nanas lokal yang sudah terdaftar ini cukup untuk meningkatkan kesejahteraan jika dikembangkan dengan baik.

Terpisah, Direktur Jenderal Hortikultura (Ditjen Hortikultura) Kementerian Pertanian (Kementan) Prihasto Setyanto mengatakan, komoditas nanas bisa meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

“Ini menambah kekayaan plasma nutfah kita yang nantinya akan lebih dikenal masyarakat luas dan tentunya akan memberi dampak terhadap peningkatan pendapatan petani khususnya nanas”, katanya.

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Petanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, untuk selalu mengedepankan produk pertanian lokal dan segera mendatarkan varietas unggul lokal agar diakui dan mempunyai nilai jual.

“Dengan mendaftarkan varietas lokal unggulan suatu daerah mempunyai pengakuan dan menghindari terjadinya sengketa kepemilikan varietas, kami akan terus mendorong munculnya varietas hortikultura baru khususnya varietas lokal yang memiliki keunggulan dan diminati masyarakat namun belum didaftar,” ucapnya.

Dia beharap, nanas lokal ini akan menjadi ikon di daerahnya dan dapat menjaga keberlangsungan pendapatan petani di tengah pandemi ini, serta menjadi contoh daerah lain untuk segera mendaftarkan varietas lokal unggulnya.

Senada, Direktur Buah dan Florikultura Kementan Liferdi Lukman memberikan apresiasi terhadap nanas unggul lokal yang telah didaftarkan ini.

“Kami mendorong pengembangan kawasan nanas di Indonesia, target kita bisa bertambah kawasan seluas 20.000 hektar lagi,” pungkasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.