Portal Berita Online
Ads Beras Haji

NTB Genjot Produksi Jagung Rendah Alfatoksin

0 13

LOMBOK, KABARPANGAN.ID – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah meningkatkan produktivitas jagung rendah alfatoksin. Sebab selama ini dalam pemenuhan jagung untuk industri pangan masih bergantung dari impor.

Diketahui, jagung salah satu komoditi pertanian tanaman pangan di Indonesia yang menempati urutan kedua terbesar setelah padi. Setahun, produksi jagung di Indonesia sekitar 22 juta ton dengan penggunaan lebih dari 70 persen produksi digunakan untuk bahan industri pakan ternak, terutama ayam pedaging maupun ayam petelur.

Adapun jagung yang digunakan untuk industri pakan dan bahan baku industri harus memenuhi syarat, yakni dengan kadar alfatoksin di bawah 20 ppb.

Nah, untuk menjawab pemenuhan jagung untuk industri pakan maupun bahan baku industri agar tidak lagi bergantung dari luar negeri, maka Koperasi Dinamika Nusa Agribisnis (DNA) di Lombok Timur, berhasil mampu memproduksi jagung rendah alfatoksin.
Koperasi ini dibantu oleh Dinas Pertanian Provinsi NTB dan pihak swasta sehingga produksi jagung rendah alfatoksin diharapkan akan terus meningkat, dan tidak lagi bergantung dari impor.

Ads Air Haji

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB Husnul Fauzi mengatakan, produksi jagung rendah di NTB dilakukan sejak 2019 silam dan mampu menghasilkan rata-rata 20 ton rendah alfatoksin yang digunakan oleh perusahaan penghasil susu sapi segar.

“Kami menargetkan produksi jagung rendah alfatoksin pada tahun 2020 lebih besar lagi, yakni sebanyak 20.000 ton yang berasal dari luas lahan 3.500 hektar,” ujarnya di kantornya Mataram, baru-baru ini.

Sementara itu, pengusaha muda dari PT Datu Nusa Agribisnis Dean Novel menyebut, pihaknya mulai mengembangkan tanaman jagung 200 ha di kebun inti sekitar Lombok. Kemudian membangun kemitraan dengan 7.200 kepala keluarga petani jagung melalui Koperasi DNA, dengan luasan tanaman jagung 7.000 hektar, kebun plasma.

Terkait jagung rendah aflatoksin, Direktur Pemasaran Tanaman Pangan Gatut Sumbogodjati mengatakan, selain memperhatikan kandungan air pada produksi jagung petani, kadar aflatoksin yang mencapai minimal 20 ppb dapat menambah nilai jual produk jagung petani. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.