Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Pacet Dikembangkan Jadi Kawasan Bawang Putih Nasional

0 70

MOJOKERTO, KABARPANGAN.ID – Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada tahun 1974-an pernah menjadi penghasil bawang putih nasional. Namun, pada 1996, petani setempat beralih menanam komoditas lain karena banjir bawang putih impor. Kini, pemerintah daerah (pemda) Mojokerto kembali akan mengembangkan Pacet sebagai kawasan bawang putih nasional.

Bawang putih Pacet dikenal memiliki kualitas terbaik dengan aroma khas yang sangat pedas. Sebagai satu-satunya kecamatan penghasil bawang putih di Kabupaten Mojokerto. Usaha tani bawang putih di Pacet awalnya merupakan salah satu andalan petani sebagai sumber penghasilan yang menjanjikan untuk memberikan kehidupan yang lebih.

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa tujuan program pertanian di antaranya meningkatkan kesejahteraan petani. Rencana mengangkat kembali bawang putih lokal untuk mengurangi impor menjadi angin segar petani setelah lebih dari dua dekade petani tidak bertanam bawang putih secara luas.

“Komoditas bawang putih telah menjadi salah satu komoditas hortikultura yang berkontribusi terhadap inflasi nasional selain cabai dan bawang merah. Kebergantungan terhadap bawang putih impor akan menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan pada masa datang,” ujar Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto dalam keterangannya, Sabtu (12/9).

Menurutnya, usaha pengembangan bawang putih nasional akan terus dikembangkan untuk mendorong substitusi impor dan mengantisipasi terjadinya inflasi.

Dengan adanya kebijakan tanam bawang putih, petani bawang putih di Pacet mulai semangat kembali menanam bawang putih. Pada 2020 ini di Kecamatan Pacet terdapat pertanaman seluas 109 hektar. Sebagian besar dikembangkan secara swadaya bekerjasama dengan penangkar bawang putih.

Ads Air Haji

“Pertanaman bawang putih di Pacet tersebar di enam desa yaitu Desa Sajen, Pasukan, Claket, Petak, Cepokolimo dan Kemiri. Areal pertanaman bawang putih saat ini mencapai 109 ha dengan pertanaman terluas di Desa Pacet yaitu seluas 32,05 ha dan disusul Desa Petak seluas 27,10 ha,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko.

Dia menyampaikan, hingga saat ini lebih kurang 27 ha bawang putih di wilayahnya telah dipanen dan sisa sebanyak 82 ha lainnya diperkirakan terakhir panen pada Oktober 2020 dengan produktivitas berkisar 12-14 ton per ha.

“Saya optimis dengan kondisi seperti saat ini dan dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat, pertanaman bawang putih di Pacet dapat bertambah luas,” paparnya bangga.

Direktur Perbenihan Hortikultura Sukarman menambahkan, dalam rangka memperbaiki kualitas bawang putih nasional, maka salah satu hal yang perlu diperhatikan yaitu penggunaan benih bawang putih yang berkualitas.

“Untuk menghasilkan umbi bawang putih yang berukuran besar, kami menyarankan agar benih yang digunakan adalah benih bawang putih yang selain memenuhi Persyaratan Teknis Minimal (PTM) juga telah patah dormansi minimal 50 persen, serta memiliki ukuran siung minimal 3 sentimeter ke atas,” ujarnya.

Sebagai informasi, bawang putih asal petani dari Pacet sebagian besar berukuran besar atau lebih dari 3 cm dengan prosentase di atas 70 persen. Oleh karena itu, sangat cocok apabila pada gilirannya produksi bawang putih petani pacet digunakan sebagai benih untuk pengembangan kawasan bawang putih nasional.

Pada musim tanam 2020 ini diperkirakan hasil panen bawang putih basah berkisar 1.300-1.500 ton. Apabila diproses lebih lanjut menjadi calon benih, diperkirakan minimal 400-450 ton di antaranya dapat digunakan sebagai benih bawang putih dengan siung berukuran besar. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.