Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Paling Lambat 2025, Pekebun Sawit Wajib Memiliki Sertifikasi ISPO

0 13

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2020 tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia. Dalam belied tersebut para pekebun sawit diwajibkan memiliki sertifiaksi ISPO paling lambat 2025.

Mengenai hal itu, Kementerian Pertania (kementan) tengah merancang aturan turunan dari PP Nomor 44/2020 itu.

“Kami persiapkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) untuk tindak lanjuti Perpres Nomor 44 Tahun 2020,” kata Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Kasdi Subagyono dalam video daring, pekan ni.

Nantinya, kata dia, Permentan akan mengatur lembaga sertifikasi ISPO, syarat dan tata cara sertifikasi ISPO, prinsip dan kriteria ISPO, pembinaan dan pengawasan, pendanaan, serta sanksi administrasi.

Ads Air Haji

Adapun rinciannya, prinsip dan kriteria perkebunan kelapa sawit berkelanjutan untuk perusahaan meliputi kepatuhan terhadap peraturan dan perundangan, penerapan praktik perkebunan yang baik, pengelolaan lingkungan hidup, sumber daya alam, dan keanekaragaman hayati.

“Kemudian, tanggung jawab terhadap pekerja, tanggung jawab sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, penerapan transparansi, dan peningkatan usaha berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara prinsip dan kriteria pekebun kelapa sawit berkelanjutan bagi pekebun meliputi kepatuhan terhadap peraturan dan perundangan, penerapan praktek perkebunan yang baik, serta pengelolaan lingkungan hidup, sumber daya alam, dan keanekaragaman hayati.
“Selain itu, penerapan transparansi dan peningkatan usaha berkelanjutan,” pungkasnya.

Melansir data Sekretariat ISPO, per 10 Maret 2020, lahan sawit yang sudah mendapatkan sertifikasi mencapai 5,45 juta hektar (ha) atau 33,27 persen dari total areal sawit. Jumlah sertifikat ISPO yang sudah diterbitkan mencapai 621 terdiri dari 607 perusahaan, 10 koperasi swadaya, dan 4 Koperasi Unit Desa plasma. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.