Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Pedagang Minta Pemerintah Tak Bergantung pada Impor Kedelai

0 12

Jakarta, Kabarpangan.id – Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) meminta pemerintah untuk tidak bergantung pada barang impor termasuk kedelai. Seharusnya Indonesia mampu memproduksi kedelai dengan cukup, sehingga produsen tempe dan tahu tidak terbebani dengan harga kedelai yang melambung tinggi.

“Sebenarnya ini momentum untuk pemerintah keluar dari ketergantungan impor kedelai, karena bagaimanapun juga konsumsi kedelai kita cukup tinggi. Konsumsi kedelai untuk tahu dan tempe tinggi maka mau tidak mau harus mencari cara keluar dari zona nyaman impor,” kata Ketua Umum Ikappi, Abdullah Mansuri, Senin (4/1/2021).

Langkah ini bisa dilakukan dengan melibatkan semua unsur, misalnya memberdayakan mahasiswa fakultas pertanian di perguruan tinggi. Mengajak mereka berdiskusi untuk mempelajari struktur tanah agar kedelai bisa ditanam di Indonesia.

Ads Air Haji

“Berikan kewenangan dan kepercayaan kepada anak-anak negeri untuk menggali dan mencari tahu cara apa yang efektif untuk dilakukan di Indonesia sehingga lima tahun ke depan kita bisa menikmati hasilnya tidak bergantung pada impor,” jelasnya.

Adapun Kementerian Perdagangan mencatat pada Desember 2020 harga kedelai dunia sebesar USD 12,95 per bushels, naik 9 persen dari bulan sebelumnya yang tercatat USD 11,92 per bushels.

Hal itu berdasarkan data The Food and Agriculture Organization (FAO), harga rata-rata kedelai pada Desember 2020 tercatat sebesar USD 461 ton, naik 6 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat USD 435 ton.

Faktor utama penyebab kenaikan harga kedelai dunia diakibatkan lonjakan permintaan kedelai dari Tiongkok kepada Amerika Serikat selaku eksportir kedelai terbesar dunia. Pada Desember 2020 permintaan kedelai Tiongkok naik 2 kali lipat, yaitu dari 15 juta ton menjadi 30 juta ton. (mh)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.