Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Peluang Bisnis Pertanian Sangat Menggiurkan

0 29

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong anak muda atau milenial untuk terjun langsung di bisnis pertanian. Sebab peluang bisnis pertanian terbuka lebar sehingga ekonomi menjadi lebih baik.

Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Biro Humas dan Informasi Publik menggelar acara tani inspiratif kekinian di Gedung PIA Kementan, Jakarta Selatan, pada pekan ini. Acara ini juga juga dihadiri oleh Mahasiswa Polbangtan membahas tren bisnis pertanian di era kekinian.

Salah satu petani muda sekaligus Founder Side Coffe Roaster Afan Muharram mengajak anak muda untuk berkecimpung di dunia bisnis pertanian. Dia berharap anak muda mampu mengeluarkan ide kreatifnya, terutama pada situasi pandemi yang serba sulit ini.

“Saya rasa generasi milenial harus jeli melihat peluang yang ada untuk bisa dimanfaatkan ke dalam suatu ide penjualan. Misalnya untuk membuat sesuatu yang berbeda pasti ada konsekuensinya. Tapi yang paling penting jangan takut,” kata Afan.

Menurut Afan, keberanian anak muda sangat dibutuhkan untuk membantu memulihkan ekonomi nasional. Sebagai catatan, Afan sendiri mampu memperkerjakan sejumlah orang untuk mengembangkan bisnis kopinya.

Bukan tanpa hasil, kata Afan, dalam setiap bulan omzetnya rata-rata mencaapi Rp 100 juta. Hal ini tentunya sudah cukup membuktikan bahwa peluang bisnis di sektor pertanian sangat menggiurkan.

Senada dengan Afan, praktisi agribisnis dan kuliner Indonesia Herdinda Arum menjelaskan, dalam menjalani usaha bisnis pertanian, yang paling penting adalah anak muda memiliki ide kreatif dan berani mengeluarkan produk yang berbeda dengan yang lainnya.

Ads Air Haji

“Yang pasti valeu-nya harus jelas dan strategi bisnisnya seperti apa. Jangan berbisnis hanya ikut ikutan saja,” ujarnya.

Lanjut dia, potensi bisnis pertanian masih terbuka lebar karena adanya akses pasar yang tetap. Apalagi Indonesia memiliki bahan pangan lokal yang bisa diolah menjadi berbagai makanan unik. Untuk itu, Arum berharap generasi milenial mau mempelajari pengolahan bahan lokal untuk dijadikan makanan sehari-hari.

“Ada juga tepung Mocaf yang diolah secara baik sebagai pengganti dari tepung terigu. Dan pastinya bisa diolah menjadi bahan pangan yang enak dan menyehatkan,” tuturnya.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Polbangtan Bogor Aldi Prahasta menambahkan, saat ini banyak mahasiswa pertanian melakukan bisnis pangan lokal yang berasal dari padi, jagung, dan kedelai.

Ketertarikan Mahasiswa pada bisnis pertanian, kata Aldi terus mengalmi peningkatan. Apalagi, pemerintah melalui Kementan sudah mengeluarkan program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP). Dengan program tersebut, mahasiswa bisa mendapat modal untuk pengembangan bahan pangan lokal.

“Untuk jagung kami mengolahnya menjadi jagung susu keju yang digemari banyak orang. Dan, susu kedelai kita juga memiliki banyak varian rasa,” katanya.

Mengenai hal ini, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri menyampaikan, bahwa tahun ini merupakan momentum tepat untuk mengembalikan kebanggaan masyarakat terhadap kekayaan sumber daya pangan yang ada. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.