Portal Berita Online

Pemerintah Genjot Ekspor Pisang ke Jepang

0 60

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Buah pisang dan nanas merupakan makanan favorit bagi masyarakat Jepang. Terkait hal ini, pemerintah Indonesia akan menggenjot ekspor komoditas tersebut.

Dengan adanya perjanjian dagang antara Indonesia dan Jepang, yakni Indonesia-Jepang Economic Partnership Agreement (IJEPA), diharapkan ekspor komoditas pangan bisa terdongkrak.  Pasalnya, lewat perjanjian IJEPA, ekspor ke negara Jepang tidak lagi dikenai bea masuk.

Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Kementerian Perdagangan (Kemendag) Sulistyawati mengatakan, dengan adanya IJEPA harus dimanfaatkan optimal bagi pengusaha Indonesia untuk meningkatkan volume ekspornya.

“Peluang ini bisa dimanfaatkan secara maksimal bagi pengusaha,” katanya dalam video daring, Selasa (21/7).

Untuk kuota ekspor buah pisang dan nanas, pemerintah Indonesia menetapkan kuota untuk pisang segar sebanyak 1.000 metrik ton per tahun dan nanas segar 300 metrik ton per tahun.

Sulistyawati mengungkapkan, otoritas Jepang menetapkan, misalnya untuk nanas beratnya maksimal per buahnya 900 gram. “Jadi, kita (ekspor ke Jepang) harus memenuhi spesifikasi yang ada,” ucapnya.

Pemerintah sendiri tak hanya fokus terhadap buah pisang dan nanas, tapi juga akan menggenjot sayur-sayuran.

Dikatakan, tren impor produk hortikultura Jepang tercatat terus meningkat. Pada tahun 2015, nilai impor sayuran di Jepang USD 5,05 miliar. Kemudian, pada tahun 2019 meningkat menjadi USD 5,79 miliar.

Hanya saja, produk Holtikultura di Jepang didominasi oleh impor dari Cina, Filipina, dan Amerika Serikat (AS). Sementara Indonesia menempati posisi ke-20 sebagai negara pengekspor produk holtikultura ke Jepang. Kondisi ini menjadi PR pemerintah untuk mendongkrak produk holtikultura ke Jepang. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.