Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Pengembangan Ternak Sapi Ruminansia di Baturraden Dipercepat

0 5

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) melakukan percepatan kegiatan pengembangan ternak ruminansia potong di BBPTU-HPT Baturraden. Kegiatan ini diharapkan distribusi bantuan ternak ruminansia potong di provinsi dan kabupaten/kota meningkat.

“Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTU-HPT) Baturraden juga sudah melakukan beberapa kegiatan lainnya untuk mendukung percepatan pengembangan ternak ruminansia potong tahun 2020 ini,” ujar Direktur Jenderal PKH, Nasrullah di Jakarta, Kamis (20/8).

Sejauh ini, kata Nasrullah, tim BBPTU-HPT Baturraden telah melakukan kegiatan verifikasi Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) program Kegiatan Pengembangan Ruminansia Ternak Potong Tahun Anggaran 2020 pada bulan Juli lalu.

Verifikasi CPCL tersebut sebelumnya telah didahului dengan dilaksanakannya Sosialisasi Kegiatan Pengembangan Ruminansia Ternak Potong BBPTU-HPT Baturraden tahun anggaran 2020 secara daring via zoom yang dihadiri oleh 15 dinas kabupaten dan provinsi lingkup Jawa Timur.

Kepala BBPTU-HPT Baturaden Sintong HMT Hutasoit menyampaikan, saat ini BBPTU-HPT Baturaden sedang melaksanakan penyusunan dokumen-dokumen proses tender dan kontrak.

Ia menyebut, BBPTU-HPT Baturraden sendiri akan mendistribusikan bantuan ternak sapi sebanyak 660 ekor kepada 36 kelompok peternak di dua propinsi (Jawa Timur dan Jawa Barat) dan 16 kab (15 kabupaten di Propinsi Jawa Timur dan satu Kabupaten Bogor).

Ads Air Haji

“Lima belas Kabupaten tersebut adalah Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, Jember, Kediri, Blitar, Trenggalek, Bojonegoro, Nganjuk, Mojokerto, Jombang, Madiun, Magetan, dan Sampang,” ungkap Sintong.

Di sisi lain, kegiatan ini juga sesuai dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo beberapa waktu lalu, yang menyebutkan struktur usaha peternakan di Indonesia masih didominasi oleh peternakan rakyat, maka pemerintah perlu mendorong penerapan teknologi secara optimal.

“Peran pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat penting dalam memberikan pengenalan dan pelayanan maksimal terhadap pengelolaan usaha peternakan berbasis penerapan teknologi,” kata mentan.

Sementara itu, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH Sugiono mengungkapkan tujuan kegiatan Pengembangan Ternak Ruminansia Potong Tahun 2020 ini antara lain untuk meningkatkan populasi ternak di lokasi penerima manfaat.

Selain itu, juga untuk meningkatkan skala usaha di rumah tangga peternakan. Seugiono mengatakan saat ini, masing-masing UPT mayoritas dalam tahap verifikasi CPCL.

“Kami berharap pada bulan Oktober, distribusi bantuan dapat disalurkan,” tukasnya. (mh/kp)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.