Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Pentingnya Peran Perempuan Penggerak Ekonomi dan Kemandirian Pangan

0 14

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Sosok perempuan memiliki peran penting dalam menggerakkan roda ekonomi dan menjaga kemandirian pangan. Terlebih lagi di masa pandemi Covid-19 di mana kaum perempuan mampu menguatkan ekonomi pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Karenanya, Ketua Dewan Pembina Perempuan Indonesia Raya (PIRA) sekaligus anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Gerindra, Dapil Jawa Barat III Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur, Dr Ir Hj Endang Setyawati Thohari DESS M Sc menyampaikan, peran perempuan bisa meguatkan ekonomi nasional.

“Perempuan bisa menguatkan ekonomi mikro bahkan hingga tingkat UMKM. Ekonomi ini dimulai dari pembinaan ekonomi keluarga sehingga berdampak pada ekonomi nasional, yaitu dimulai dengan manajerial keuangan di tingkat rumah tangga,” ujarnya, Sabtu (22/8).

Untuk itu, dalam ajang silatuhrahmi PIRA Se-Jawa Barat, Endang Thohari mengajak perempuan Indonesia untuk mementingkan kesehatan dan pendidikan. Sebab dua poin tersebut merupakan pilar penting dalam menjaga sumberdaya manusia Indonesia sebagai aset di masa depan yang berdaya saing.

Lebih jauh dia mengatakan, di masa pandemi Covid-19 banyak bermunculan perempuan tangguh yang mampu menopang keluarga. Apalagi, kata dia, bila para perempuan bersinergi dengan Koperasi, maka akan memperkuat usahanya dan meningkatkan ekonomi keluarga. Dan, tentu saja memperkuat perekonomian pedesaaan.

“Jadi, peran perempuan sangat penting dalam ekonomi nasional. Perempuan menjadi manajer keluarga, manajer keuangan,” ucapnya.

Selain itu, lanjut dia, perempuan juga menjadi bagian penting dalam ketahanan dan kebersamaan pangan untuk pemenuhan kebutuhan keluarga. Ini terlihat dari banyaknya pilihan UMKM yang berbasis kuliner lokal yang dilakukan perempuan.

“Ibu-ibu dan perempuan Indonsia banyak yang kreatif mengolah pangan lokal,” ujarnya.

Dia menyarankan, untuk menjaga ketahanan pangan yang bisa ditempuh adalah melalui pelatihan pemberdayaan perempuan di bidang produksi pangan keluarga dengan bersinergi bersama Balai Penelitian Pertanian yang ada di seluruh Indonesia.

Ads Air Haji

“Masing-masing provinsi ada Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP). Di Bogor ada Kampus Penelitian Pertanian di Cimanggu yang bisa disinergikan bersama,” ucapnya.

Terpisah, Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan, perempuan merupakan pilar dan pelopor dalam ketahanan pangan pada saat pandemi Covid-19.

“Peran perempuan sangat vital sebagai pilar dan pelopor ketahanan pangan. Mengapa? karena secara sosiokultural perempuan hidup di tengah masyarakat. Bukan hanya masyarakat tetapi juga keluarga,” ujarnya.

Dia menjelaskan, perempuan memiliki peranan penting di keluarga, misalnya mengetahui kapasitas kebutuhan pangan keluarga dan kebutuhan medis keluarga.

“Secara psikologis juga, perempuan dengan anak yang sedang tumbuh yang membutuhkan edukasi,” tambah dia.

Perempuan, kata dia, dapat melakukan kegiatan untuk meningkatkan taraf ekonomi pertanian dan menjaga ketahanan pangan.

“Menjaga ketahanan pangan seperti tidak melakukan pembelian pangan secara panik, mengupayakan diversifikasi pangan dengan mengonsumsi pangan lokal, dan menyediakan pangan untuk konsumsi,” jelasnya.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam forum di kawasan Asia Pasifik baru-baru ini menyampaikan, bahwa peranan perempuan di Indonesia dan dunia untuk melawan COVID-19 berkontribusi besar.

“Lebih dari 70 persen tenaga kesehatan di dunia adalah perempuan dan 64 persen pengelola UMKM dimiliki dan dikelola oleh perempuan,” ujar dia. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.