Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Peran Penyuluhan Jadi Acuan Kebijakan Pemkab Madiun Bangun Pertanian

0 9

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Pembangunan pertanian bertumpu pada penyuluhan. Di lapangan, penyuluh mendampingi petani dan pelaku usaha tani. Di media sosial, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) terhubung Agriculture War Room (AWR) di Jakarta. Penyuluhan menjadi referensi pemerintah kabupaten (Pemkab) membangun pertanian Madiun.

“Penyuluh punya akses pengumpulan dan menyampaikan data pertanian seperti musim tanam, standing crop, masa panen dan lainnya. Data itu saya perlukan untuk mengambil kebijakan,” kata Bupati Madiun, Ahmad Dawami di Jakarta, pekan ini.

Menurut Bupati Ahmad Dawami, BPP di Madiun sangat bermanfaat mendukung kegiatan penyuluhan pertanian, bahkan kemampuannya melampaui ekspektasi seperti penanganan pandemi Covid-19.

“Pandemi bukan ranah penyuluh pertanian, tapi mereka bisa membantu pencegahan Covid-19,” ujarnya.

Pemkab Madiun, tambahnya, sangat mendukung program penyuluhan pertanian karena mendukung cita-cita warga Madiun, tentang pembangunan SDM pertanian, khususnya penyuluh mendukung kinerja petani meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian.

Komitmen Pemkab Ngawi sejalan dengan harapan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo tentang pertanian nasional maju, mandiri dan modern harus memenuhi tuntutan era 4.0. Penyuluhan konvensional harus transformasi ke digitalisasi. BPP dituntut berperan selaku KostraTani untuk sinergi dengan AWR Kementan.

Ads Air Haji

“Metode penyuluhan saatnya menerapkan digitalisasi agar lebih efisien dan menjangkau sasaran lebih luas dan lebih banyak,” kata Mentan Syahrul kepada petani dan penyuluh yang ditemuinya dalam kunjungan kerja, belum lama ini.

Kapala Badan SDM Kementan Dedi Nursyamsi menyambut baik apresiasi dan dukungan Pemkab Madiun pada peran AWR Kementan, sehingga pihaknya akan berupaya maksimal mendukung pengembangan SDM petanian Madiun.

“Kita hadir di sini untuk membangun SDM pertanian dan memberdayakan BPP. Kita akan renovasi kantor BPP dan melengkapinya dengan sarana IT,” kata Dedi Nursyamsi.

Aspek SDM, kata Dedi, BPPSDMP akan meningkatkan keterampilan, pengalaman dan kemampuan para penyuluh dan petani, untuk mendukung hal itu dibutuhkan ketersediaan sarana dan prasarana internet di BPP.

“Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, kita membutuhkan internet. Butuh sarana IT, karena salah satu program Kementan adalah Kostratani Pembangunan Pertanian disingkat KostraTani di tingkat kecamatan melalui BPP,” katanya.

Komandan KostraTani adalah camat dan pasukannya, penyuluh pertanian. “Dengan IT, kita bisa melaksanakan pelatihan. Bisa silaturahmi dan lainnya. Memang saat ini IT di BPP belum sempurna, masih dalam pembangunan,” tukasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.