Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Perbaiki Harga Ayam, Lima Tuntutan Peternak ke Kementan

0 12

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Peternak ayam yang tergabung dalam Paguyuban Peternak Rakyat Nusantara (PPRN) melakukan aksi damai di Gedung A Kementerian Pertanian (Kementan), Selasa (1/9). Sekitar ratusan peternak menuntut perbaikan harga ayam di tingkat pertenak dan stabilitas di tingkat pasar.

Ketua PPRN Alvino Antonio mengatakan, sudah dua tahun belakangan ini Peternak Rakyat Mandiri (PRI) mengalami kerugian yang cukup besar akibat harga ayam hidup di bawah Harga Pokok Produksi (HPP) PRI.

“Akhir tahun lalu harga ayam hidup menyentuh Rp 10.000/ kg, kuartal I/2020 rontok hingga Rp 7.000/kg, dan sementara harga sapronak relatif stabil terutama harga pakan yang masih bertengger di kisaran Rp 7.100/kg,” ujarnya.

Nah, melihat kenyataan itu, dia menganggap pemerintah terkesan tidak memperhatikan nasib ribuan PRI.

“Peternak Rakyat Mandiri yang saat ini menjadi kelompok minoritas menjadi korban dari praktik liarnya bisnis pelaku usaha besar integrasi yang perang harga antar sesama kompetitor, ” katanya.

Berikut lima tuntutan PPRN kepada Kementan:

1. Harga livebird harus diatas HPP Peternak Rakyat Mandiri paling lambat Kamis 3 September 2020 dan seterusnya (Sesuai Permendag Nomor 7/2020).

Ads Air Haji

2. Kerugian Peternak Rakyat Mandiri yang diakibatkan kelalaian pemerintah dalam pengaturan supply dan demand yang mengakibatkan selama 2 tahun merugi menjadi tanggung jawab pemerintah:

a. Lemahnya pengawasan pemerintah dalam persaingan usaha perunggasan yang tidak sehat.

b. Penentuan suply dan demand.

c. Adanya pembiaran atas pelanggaran Permentan dan lainnya.

3. Menjadi tanggung jawab pemerintah agar integrator dan afiliasinya wajib menyerap livebirdnya 100 persen ke RPA.

4. Pemerintah dan integrator harus bertanggung jawab atas poin 1-3, jika tidak maka seluruh utang-utang peternak diputihkan.

5. Segera diterbitkan Perpres perlindungan Peternak Rakyat Mandiri. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.