Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Percepat Pembangunan Pertanian, Lampung Timur Berdayakan BPP

0 111

LAMPUNG, KABARPANGAN.ID – Sektor pertanian Indonesia pernah mencapai masa keemasan dengan swasembada pangan. Keberhasilan tersebut terjadi setelah pemerintah melakukan pemberdayaan petani dan penyuluh.

Kepala PPMKP Ciawi Bogor BPPSDMP Kementerian Pertanian (Kementan) Yusral Tahir mengatakan swasembada pangan lantaran berhasilnya pemerintah melakukan pemberdayaan petani dan penyuluh di Tanah Air. Ini ditandai peningkatan produksi terus menerus.

Hal itu, lanjut dia, membuktikan jika kebangkitan pertanian harus diawali dari kebangkitan SDM, yaitu petani, penyuluh, petani milenial, poktan dan gapoktan.

“Penyuluh pernah berhasil mengubah mindset para petani. Dahulu, petani tidak mau pakai pupuk. Tapi dengan pendekatan penyuluh, petani jadi mau menggunakan pupuk. Dan itu menjadi awal keberhasilan kita menggenjot pertanian,” ujarnya di Lampung Timur, Lampung, pekan ini.

Langkah sukses tersebut menginspirasi Kementan untuk kembali meningkatkan kemampuan, pengetahuan, keterampilan, dan juga kompetensi penyuluh serta petani. Caranya, dengan memperkuat Balai Panyuluhan Pertanian (BPP) menjadi Kostratani.

Ads Air Haji

“Inti dari gerakan Kostratani adalah pemberdayaan BPP. Apa yang diberdayakan? Yaitu fisik bangunan dan juga kelengkapan IT seperti komputer dan jaringan IT. Penyuluh yang ada di BPP juga kita berdayakan agar kemampuan dan pengetahuannya meningkat,” Kepala PPMKP Ciawi, Abdul Roni.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan kehadiran Kostratani sangat penting untuk membantu peningkatan produksi.

“Karena, Kostratani akan mengawal program-program utama Kementan. Dengan Kostratani, BPP akan melaporkan perkembangan pertanian secara periodik dan kita bisa memantaunya langsung dari AWR di Kementan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lampung Timur David Aris Wandi memastikan pihaknya akan terus ikut serta memberdayakan BPP dalam mendorong dan mendampingi petani untuk melakukan percepatan olah tanah sehingga LTT akan mencapai target yang diinginkan.

“Kami juga terus mendorong agar petani tetap semangat tidak menyerah dengan adanya OPT karena kabupaten sebagai salah satu kabupaten penyangga pangan Provinsi Lampung,” tukasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.