Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Perlu Adanya Strategi Komunikasi dan Pengemasan Hasil Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

0 7

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Syarief Widjaja menyampaikan dalam lima tahun ke depan untuk membangun komunikasi dengan stakeholder kelautan dan perikanan hendaknya dilakukan dua arah baik eksternal maupun inernal KKP.

“Karenya untuk untuk mencapai hal itu perlu adanya strategi komunikasi dan pengemasan hasil riset kajian sosial ekonomi kelautan dan perikanan agar mudah diadopsi oleh pengambil kebijakan dan mudah dipahami oleh para pelaksana kebijakan di internal maupun eksternal KKP,” ujarnya dalam video daring, pada Kamis (10/9).

Dia menjelaskan, proses perumusan kebijakan memerlukan data dan informasi ilmiah agar kebijakan yang dihasilkan berkualitas dan efektif. Perumusan kebijakan berdasar hasil penelitian science based policy akan meningkatkan kualitas kebijakan dan pada akhirnya kebijakan berkualitas akan memperkuat daya saing Indonesia.

“Perubahan paradigma penyusunan kebijakan berbasis hasil penelitian ini memerlukan dukungan kemudahan akses hasil penelitian oleh para pengambil kebijakan. Upaya ini juga perlu didukung dengan strategi komunikasi antara lembaga penelitian dengan para pengambil kebijakan sehingga peluang hasil penelitian untuk diadopsi dalam perumusan kebijakan semakin besar,” tuturnya.

Menurut dia, komunikasi merupakan faktor penting dalam keberhasilan implementasi kebijakan dan program pemerintah. Salah satu penyebab masih adanya kebijakan dan program yang belum berhasil mencapai target, kemungkinan disebabkan karena belum berjalannya fungsi komunikasi secara optimal.

Ads Air Haji

“Agar tujuan komunikasi optimal, maka diperlukan kombinasi terbaik dari semua elemen komunikasi mulai dari komunikator, pesan, saluran (media), penerima sampai efek yang diterima. Berbagai langkah perbaikan komunikasi pun perlu dilakukan oleh unit-unit kerja KKP sehingga implementasi berbagai kebijakan dan program KKP dapat berjalan dengan baik,” ucapnya.

Sementara itu penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Komunikasi Publik Effendi Gazali mengatakan, poin utama yang perlu dipahami dalam membangun komunikasi adalah memahami media baru yakni media daring berupa media sosial atau jurnalisme warga, yang berprinsip menerobos ruang dan waktu, merupakan akses masuk untuk semua, di mana seluruh pihak diperlakukan setara.

“Lembaga-lembaga riset harusnya melakukan riset-riset tentang istilah-istilah apakah yang paling mudah dipahami oleh masyarakat Indonesia tentang Covid, sehingga bisa terlibat dengan aktif, dengan kesadaran dalam mengatasi masalah. Namun beberapa lembaga riset justru membahas elektabilitas calon presiden baru, itu masih jauh sekali di 2024,” ujarnya.

Lebih lanjut dituturkan Effendi, apa yang disampaikan oleh Denis Mcquail, seorang filosofi komunikasi, bahwa dunia kita sekarang ini adalah jaringan dari kemarahan, ketidakberadaban dan harapan. Butuh sebuah strategi komunikasi tertentu dengan dunia industri atau swasta dalam konteks tertentu untuk memperbaiki hal tersebut.

“Yang kita butuhkan adalah mitra yang dalam segala situasi dapat saling bekerja sama dengan kita, atau yang kita sebut sebagai suporter dan partner. Kita juga harus bangun komunikasi sejak awal, bukan komunikasi hasil riset,” jelasnya.

Dia menyebutkan ada tiga langkah dalam membangun komunikasi, yakni pertama, bangun emosi, rasa dan antusias masyarakat, barulah kita sampaikan data hasil riset. Kedua adalah co creation, niatkan riset kita tujuannya akan ke mana, goalnya, kita kreasikan bersama. Terakhir, tanamkan rasa senang melihat orang lain senang. Sudah saatnya kita melakukan riset atas riset yang kita lakukan. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.