Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Perry Setiawan, Petani Milenial Asal Pasuruan Raup Puluhan Juta dari Tempe

0 47

PASURUAN, KABARPANGAN.ID – Makanan tempe, disukai segala umur, maupun kasta. Mau anak-anak, anak muda, orangtua, rakyat jelata hingga gedongan menyukai tempe. Peluang besar ini ditangkap Ferry Setiawan, yang sukses meraup keuntungan hingga puluhan juta Rupiah dari bisnis tempe.

Ferry Setiawan, pemuda berusia 30 tahun ini adalah seorang petani milenial dari Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Dia mampu membaca peluang untuk meneruskan dan mengembangkan usaha ayahnya, hingga mengantarkannya mengikuti Program Magang di Jepang pada 2016-2017.

Program magang tersebut merupakan salah satu program pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) bagi para milenial.

Seusia magang di Negeri Sakura itu, Ferry bertekad mengembangkan usaha untuk memproduksi tempe. Usaha ini telah digelutinya bersama orangtuanya sejak tahun 1999.

Seiring berjalannya waktu, peningkatan kapasitas produksi tempenya semakin meningkat. Dari yang awalnya 3 kilogram (kg) kedelai menjadi 150-300 kg kedelai per hari pada tahun 2000. Ferry juga melakukan ekspansi dari yang hanya merawat sapi milik orang lain, saat ini ia memiliki 18 ekor sapi dan 4 karyawan.

Ads Air Haji

Usaha tempe miliknya kini telah menjalin kerjasama dengan beberapa pihak catering, sekaligus sebagai penyuplai tempe untuk beberapa pasar tradisional.

Berkat kedisipinan, hanya memerlukan 40 hari kerja, Ferrt dapat memanen 1.500-2. 000 ekor itik pedaging yang memberikan keuntungan besar bagi usaha. Integrasi usahapun telah dijalani, yaitu dengan memberi asupan ternaknya berupa air rebusan kedelai.

Dari ketiga usahanya, Ferry memperoleh pemasukan sebesar Ro 30 juta di tengah pandemi Covid-19. Angka itu turun jika sebelum adanya virus corona, yakni Rp 50-Rp 75 juta.

“Saya butuh waktu lebih dari 15 tahun dengan segala suka dan dukanya menjadikan usaha sampai sebesar ini. Komitmen yang kuat dan konsisten merupakan kunci dalam melanjutkan jejak bisnis ayah saya. Selain itu adalah saya bertekad untuk mendorong potensi ketahanan pangan yang terdapat di Kabupaten Pasuruan,” ujarnya, Sabtu (12/9).

Aktivitas Ferry tak hanya berhenti sampai di situ saja, dia juga memanfaatkan limbah ternak sapi menjadi energi guna memenuhi kebutuhan energi listrik bagi lingkungannya, serta memanfaatkan limbah cair kedelai menjadi subsitusi pangan potensial. (mh/kp)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.