Portal Berita Online

Pertanian di Lamongan Sukses Transformasi dari Tradisional ke Modern

0 7

LAMONGAN, KABARPANGAN.ID – Pertanian di Lamongan, Jawa Timur, sukses melakukan transformasi dari tradisional ke modern. Hal ini disampaikan oleh Bupati Lamongan H Fadeli saat menerima kunjungan kerja kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi, Jumat (18/9).

Bupati Lamongan H Fadeli menegaskan, transformasi ini membuat produktivitas pertanian di Lamongan terus meningkat. Bahkan, mendukung target Lamongan menjadi lumbung pangan nasional.

“Lamongan sudah menjadi kabupaten penghasil padi terbesar di Jawa Timur, dan masuk lima besar untuk nasional. Produktivitas jagung kita juga sangat tinggi, mencapai 10 ton/hektar, Kalau padi produktivitasnya 7,5 ton/hektar. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih ke Kementerian Pertanian karena terus memberikan perhatian untuk Lamongan,” ujarnya.

Tidak itu saja, Lamongan juga memaksimalkan sektor peternakan dengan meluncurkan “Tersapujagad,” atau Ternak Sapi Untung Produksi Jagung Meningkat.

Untuk terus mendukung kemajuan pertanian di Lamongan, Bupati H Fadeli memberikan support terhadap upaya BPPSDMP untuk meningkatkan kualitas SDM.

“Saya yakin kualitas SDM di Lamongan sudah bagus-bagus. Buktinya produktivitas kita sangat tinggi. Tapi tetap SDM pertanian di Lamongan harus ditingkatkan kemampuannya, juga kesejahteraannya,” tuturnya.

Bupati Fadeli menambahkan, dukungan dan semangat harus terus diberikan, sehingga SDM memiliki tambahan ilmu yang bisa berdampak positif pada peningkatan produksi pertanian.

“Bila perlu setiap hari diadakan video conference oleh BPPSDMP untuk membuka wawasan dan menambah pengetahuan mereka,” katanya.

Sementara Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan, produktivitas dan produksi pangan di Lamongan tidak boleh berkurang.

“Kalau produktivitas Lamongan berkurang, efeknya bisa terasa di nasional. Karena Lamongan adalah papan atas sentra produksi padi nasional. Lamongan adalah andalan Jawa Timur dan nasional. Makanya Lamongan harus kuat dan mantap,” katanya.

Dedi menegaskan, keberhasilan pembangunan pertanian harus dimulai dari kebangkitan SDM, yaitu penyuluh, petani, petani milenial, poktan dan juga Gapoktan.

“Di negara yang pertaniannya maju, seperti Amerika, Cina, Jepang, Taiwan, dan lainnnya, penyuluhnya luar biasa. Kinerjanya luar biasa. Begitu juga petaninya. Saya yakin Lamongan punya banyak SDM dengan kualitas bagus, punya inovasi teknologi. Dan dengan tujuan itulah kita datang ke sini, agar bersama pemda kita membangun SDM pertanian di Lamongan,” tukasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.